LIGA Inggris 2025/2026 pekan keenam akan mempertemukan Crystal Palace dan Liverpool di Selhurst Park, London, Sabtu (27/9) pukul 21.00 WIB. Laga ini menjadi kesempatan emas bagi Alexander Isak. Striker asal Swedia itu masih menanti gol perdananya di Premier League bersama Liverpool. Sejak direkrut pada detik-detik penutupan bursa transfer musim panas, ia baru sekali tampil di liga sebagai pemain pengganti.
Meski begitu, Isak sudah sempat unjuk ketajaman dengan mencetak gol di Carabao Cup. Kini, dengan absennya Hugo Ekitike akibat kartu merah, ia berpeluang turun sebagai starter di laga kontra Crystal Palace.
Tugas Isak jelas tidak mudah. Palace musim ini tampil kokoh dan belum terkalahkan di liga. Pertahanan mereka bahkan menjadi salah satu yang terbaik, hanya kebobolan dua gol dari lima laga, sejajar dengan Arsenal.
Liverpool datang dengan modal sempurna. Pasukan Arne Slot memimpin klasemen sementara dengan 15 poin dari lima laga. The Reds juga belum terkalahkan di semua kompetisi, termasuk Liga Champions dan Carabao Cup.
Kendati demikian, Crystal Palace bukan lawan sembarangan. Tim asuhan Oliver Glasner mencatat 12 laga beruntun tanpa kekalahan di Liga Inggris sejak April lalu. Terakhir, mereka menumbangkan West Ham United dengan skor 2-1.
“Terpenting adalah kami belum kalah musim ini dan semuanya masih berjalan dengan baik. Sekarang kami akan fokus mempersiapkan tim melawan Liverpool,” ujar Glasner, dikutip dari laman resmi klub.
Liverpool sendiri masih memburu konsistensi permainan. Slot mengakui anak asuhnya kerap kehilangan momentum meski mampu mengamankan kemenangan di menit-menit akhir. “Kami mengontrol permainan dengan baik, namun harus terbiasa dengan perubahan momentum di lapangan,” katanya.
Dari sisi statistik, Liverpool jauh lebih unggul. Dalam 16 pertemuan terakhir melawan Palace di liga, mereka hanya sekali kalah, menang 12 kali, dan imbang 3 kali. Bahkan, The Reds tidak terkalahkan dalam 10 lawatan terakhir ke Selhurst Park dengan catatan 9 kemenangan dan 1 imbang.
Namun, Palace punya catatan positif dalam dua pertemuan terakhir. Mereka menahan imbang Liverpool 1-1 di Anfield pada pekan terakhir musim lalu, lalu menang lewat adu penalti di Community Shield Agustus lalu setelah bermain 2-2 di waktu normal.
Fakta ini membuat duel Sabtu malam nanti diprediksi berlangsung ketat. Palace akan mengandalkan soliditas pertahanan dan serangan balik cepat, sementara Liverpool bertumpu pada kreativitas Florian Wirtz, kecepatan Mohamed Salah, serta ketajaman Isak di lini depan.
Palace juga mendapat angin segar dengan pulihnya Yeremy Pino dan Ismaila Sarr. Namun, lima pemain masih absen, termasuk Cheick Doucoure dan Odsonne Edouard.
Dari kubu Liverpool, selain Ekitike yang terkena skorsing, mereka harus kehilangan bek muda Giovanni Leoni karena cedera ACL panjang. Slot diperkirakan akan menurunkan Isak sejak awal untuk mengisi pos striker utama.
Laga ini juga menyimpan misi khusus bagi Liverpool. Jika menang, The Reds akan menyamai rekor Chelsea dan Manchester City sebagai tim yang mampu mencatat enam kemenangan beruntun di awal musim Liga Inggris.
Sementara bagi Crystal Palace, kemenangan atas Liverpool bukan hanya soal mempertahankan rekor tak terkalahkan, tetapi juga menaikkan posisi mereka ke papan atas klasemen dan semakin mempertegas status sebagai kuda hitam musim ini.
Publik Selhurst Park pun siap memberikan dukungan penuh. Pertanyaan besar pun tersisa: siapa yang bakal kehilangan rekor tak terkalahkan lebih dulu—Crystal Palace atau Liverpool? Atau justru laga akan berakhir imbang?. Jawaban itu akan terungkap Sabtu malam di London. (*/rom)





