PADANG, METRO–Laga penuh gengsi akan tersaji di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (26/9) sore, ketika Semen Padang FC menjamu Bali United dalam pekan ketujuh BRI Super League 2025/2026. Kick-off dijadwalkan pukul 15.30 WIB.
Pertemuan ini bukan sekadar pertandingan biasa. Kedua tim sama-sama terseok di papan bawah klasemen, dengan Kabau Sirah berada di posisi ke-16 mengoleksi empat poin, sementara Serdadu Tridatu bertengger di peringkat ke-14 dengan enam poin. Selisih tipis hanya dua angka membuat laga ini krusial bagi keduanya.
Pelatih kepala Semen Padang, Eduardo Almeida, menegaskan timnya siap habis-habisan demi meraih tiga poin penuh di kandang sendiri. “Persiapan kita bagus. Lebih penting dari itu adalah pertandingan itu sendiri. Kita akan lakukan segalanya untuk bisa mendapatkan tiga poin,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (25/9).
Meski hasil buruk menghantui dalam tiga laga terakhir, hanya meraih satu poin dengan dua kekalahan beruntun, Almeida tetap optimistis. Menurutnya, tren negatif itu justru bisa menjadi motivasi tambahan bagi pemain. “Bali adalah tim yang bagus, tapi kita juga harus menghadapi mereka dengan versi terbaik kita,” tegasnya.
Namun, Semen Padang tak bisa turun dengan kekuatan penuh. Tiga pemain utama dipastikan absen, yakni Ronaldo Kwateh yang masih dibekap cedera panjang, Herwin Tri Saputra, serta Pedro Matos. “Kami memang kehilangan beberapa pemain penting, tapi saya percaya dengan komposisi yang ada. Semua siap tampil maksimal,” jelas Almeida.
Strategi permainan, kata Almeida, tidak akan banyak berubah. Filosofi yang sudah ditanamkan sejak awal musim tetap dipertahankan, hanya saja akan ada sedikit penyesuaian sesuai kondisi lawan. “Sepak bola adalah proses. Hasil penting, tapi kualitas permainan juga harus dijaga,” katanya.
Di sisi lain, Bali United datang dengan kondisi yang juga tidak stabil. Dalam tiga laga terakhir, mereka mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Teranyar, tim asuhan Johnny Jansen tumbang 1-3 dari PSIM Yogyakarta. Situasi ini membuat laga kontra Semen Padang menjadi ajang kebangkitan mereka.
Rekor pertemuan jelas tidak berpihak pada Kabau Sirah. Dari lima pertemuan terakhir, Bali United mendominasi dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Secara total, Serdadu Tridatu begitu superior dengan delapan kemenangan dari sembilan duel terakhir, mencetak 18 gol dan hanya kebobolan tiga kali.
Bali United kemungkinan kembali mengandalkan Mirza Mustafic, gelandang serang asal Luksemburg yang sedang on-fire dengan torehan tiga gol dalam tiga pertandingan terakhir. Ketajamannya menjadi ancaman nyata bagi lini belakang Semen Padang yang kerap rapuh di menit-menit krusial.
Meski demikian, para pemain Semen Padang menegaskan tidak gentar. Bek kanan Samuel Christianson Simanjuntak menyebut tim sudah melakukan evaluasi dari laga melawan Persebaya pekan lalu. “Kami sudah tahu apa yang harus diwaspadai dari lawan. Semoga besok bisa meraih tiga poin,” ujarnya.
Samuel, yang baru melakukan debut bersama Semen Padang saat melawan Persebaya, mengaku bersyukur diberi kepercayaan tampil sejak menit awal. “Saya bersyukur dipercaya pelatih. Motivasi saya besok tampil lebih baik lagi, tidak puas diri, dan menjaga kepercayaan itu,” tambahnya.
Pemain berusia 26 tahun itu menegaskan, rekor buruk Semen Padang melawan Bali United justru membuat motivasi tim semakin tinggi. “Itu jadi motivasi tambahan. Kami ingin mengalahkan semua tim, termasuk Bali United,” tegasnya penuh percaya diri.
Selain kesiapan tim, faktor dukungan suporter juga menjadi sorotan. Almeida berharap kehadiran publik Padang bisa memberi energi tambahan bagi pemain. “Kalau mereka datang tentu lebih baik. Tapi kalau tidak, tugas kami tetap memberikan yang terbaik di lapangan,” ucap pelatih asal Portugal itu.
Laga ini pun diprediksi berlangsung ketat. Semen Padang bertekad mengakhiri tren negatif sekaligus memutus catatan buruk melawan Bali United, sementara Serdadu Tridatu memburu kemenangan tandang demi memperbaiki posisi di klasemen. (rom)





