PADANG, METRO–Cuaca ekstrem dengan hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Padang sejak beberapa hari terakhir harus diwaspadai warga. Selasa (23/9) malam, empat unit kendaraan roda dua dan satu kanopi warung masyarakat rusak akibat ditimpa pohon. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 wib, di jalan Patenggangan, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara.
Dimana, sebatang pohon kedondong rimbun berdiameter lebih dari satu meter dan panjang sekitar 15 meter tumbang menimpa kanopi sebuah warung serta empat unit sepeda motor yang sedang terparkir.
Kendaraan yang rusak di antaranya Mio Soul (BA 2375 D), Vario (BA 4953 GG), Scoopy (BA 6540 AAAO), dan Scoopy (BA 2272 ZF). Total kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.
Mendapat laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Padang, bekerja cepat untuk membersihkan pohon memotongnya dengan gergaji mesin.
Sementara itu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di jalan By Pass KM 17, Kelurahan Kota Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, akibatnya akses masyarakat menjadi terhalangi.
Kepala Pelaksana(Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan seluruh peristiwa itu dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang.
“BPBD bersama unsur terkait telah bergerak cepat mengevakuasi pohon tumbang di seluruh lokasi kejadian. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap siaga menghadapi potensi bencana alam yang akan terjadi di musim penghujan ini.
Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir, sebagian wilayah Indonesia saat ini tengah berada pada masa peralihan musim yang ditandai hujan lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
Hal ini dipengaruhi faktor dinamika atmosfer global, regional dan lokal seperti Dipole Mode Index (DMI) bernilai negatif yang meningkatkan pertumbuhan awan di wilayah barat Indonesia.
Kemudian hal tersebut juga dipengaruhi suhu muka laut hangat di beberapa perairan yang memicu aktivitas konvektif.
Gelombang Rossby Equatorial dan Kelvin juga masih aktif di beberapa wilayah. Selain itu, ada juga Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif yang menunjukkan kecenderungan pertumbuhan awan hujan. (brm)






