PISANG, METRO – Lurah Pisang, Zendri Warman mengatakan, pihaknya sudah berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kalaupun ada ada warga yang mengaku kurang puas saat berurusan di kantor lurah, itu hanya miskomunikasi saja.
”Itu miskomunikasi saja. Kami sudah berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” sebut Zendri Warman, Selasa (23/4) terkait pemberitaan POSMETRO sebelumnya tentang pelayanan di kantor lurah yang dinilai buruk oleh seorang masyarakat yang datang ke sana.
Menurut Zendri, pada Senin (20/4) pagi, semua unsur ASN Kelurahan Pisang mengikuti upacara dalam rangka Hari Kartini dan sekaligus manunggal BBGRM bersama Wali Kota Padang di lapangan Imam Bonjol Padang. Pada waktu itu, semua staf kelurahan ikut upacara bersama staf kelurahan lainnya se-Kota Padang. Namun, untuk jaga gawang dan melayani masyarakat yang berurusan, telah disiapkan satu orang pegawai, yakni Kasi Trantib di kantor lurah.
Ia mengungkapkan, pada waktu itulah datang seorang ibu-ibu yang hendak mengurus surat keterangan bahwa suaminya telah meninggal ke kantor lurah. Pada siang harinya, sekitar pukul 14.00 WIB, sebut Zendri, dirinya langsung menandatangani surat yang diperlukan oleh ibu tersebut. Kemudian surat itu dihantarkan oleh salah seorang staf kelurahan ke rumah ibu yang bersangkutan.
”Sebenarnya yang ribu-ribut itu bukan seorang guru yang seperti diceritakan di koran, tapi adalah ibu-ibu yang hendak mengurus surat keterangan telah meninggal suaminya untuk keperluan pensiun. Jam 2 siang saya sudah tandatangani suratnya. Dan surat itu bahkan dihantarkan langsung oleh staf kami ke rumahnya,” tegas Zendri.
Namun, pada pagi kemarin, dia mengaku kaget dengan pemberitaan soal pelayanan di kantor lurah.
“Ini kan aneh, saya sudah tandatangani suratnya hari itu juga dan masih dalam jam kerja,” tegas Zendri.
Sebelumnya, Senin (22/4) pukul 09.30 WIB, kursi kerja di Kantor Lurah Pisang masih tatilungkuik di atas meja kantor. Meski kantor sudah terbuka, namun hanya seorang staf lurah berikut seorang anak magang yang berada di dalam kantor tersebut. Beberapa orang warga yang sedianya mengurus surat menyurat, terpaksa batal karena pelayanan personel kantor Lurah Pisang tak ada di tempat.
Hal ini banyak memicu keresahan warga Kelurahan Pisang. Seperti yang dikeluhkan El (36), ibu rumah tangga yang akan mengurus surat untuk pendidikan anaknya di SD. (tin)





