BERITA UTAMA

Oknum Polisi Mengamuk Gegara Alat Berat untuk Tambang Ilegal Dihadang Pemuda, Kapolres Dharmasraya Perintahkan Propam Usut Tuntas

2
×

Oknum Polisi Mengamuk Gegara Alat Berat untuk Tambang Ilegal Dihadang Pemuda, Kapolres Dharmasraya Perintahkan Propam Usut Tuntas

Sebarkan artikel ini
PENGAMANAN-Kapolres Dharmasraya, AKBP Purwanto Hari Subekti saat operasi pengamanan aksi unjuk rasa masyarakat Durian Simpai kepada PT BRM, Jumat (23/5)

DHARMASRAYA, METRO–Sejumlah pemuda Du­rian Simpai, nyaris adu jotos dengan seorang ok­num anggota Polres Dhar­masraya yang diduga mem­bekingi alat berat untuk aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di di Simpang Silago, Senin  malam (22/9).

Keributan bermula ke­tika sebuah truk trado Mit­subishi Fuso bernomor polisi BM 9686 AA melintas membawa ekskavator. Alat berat itu disebut-sebut bakal digunakan di kawa­san Batang Sakia, Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah. Pemuda yang curiga langsung meng­hentikan truk tersebut lan­taran tak ada dokumen resmi yang ditunjukkan.

Sopir bahkan menye­but ekskavator itu untuk kepentingan kebun salah seorang anggota polisi. Dugaan semakin menguat, karena kendaraan besar itu dikawal oknum aparat Polres Dharmasraya.

Tak lama berselang, seorang oknum polisi beri­nisial A bersama rekan-rekannya datang menggu­nakan minibus. Tanpa ba­sa-basi, ia langsung me­nge­luarkan kata-kata kasar dan menantang pemuda Durian Simpai. Situasi se­makin panas ketika salah seorang pemuda berinisial TT menegur agar tidak berkata kotor, hingga ber­ujung adu mulut dan ham­pir terjadi baku hantam.

Dalam pengakuannya, oknum polisi A bahkan mengakui alat berat ter­sebut untuk kebun milik­nya. Sementara itu, seo­rang warga yang enggan disebutkan namanya me­nyebut, oknum A memang kerap membekingi ekska­vator masuk ke wilayah Solok untuk aktivitas PETI melalui berbagai jalur di Dharmasraya.

Menanggapi kejadian itu, Kapolres Dhar­mas­raya, AKBP Purwanto Hari Subekti mengaku sudah memerintahkan Kasi Pro­pam untuk melakukan penyelidikan terhadap ke­ributan yang menyeret oknum polisi berinisial A dengan sejumlah pemuda Durian Simpai.

“Kami akan mendalami informasi tersebut terlebih dahulu, saya langsung pe­rintahkan Unit Propam untuk mencari informasi sekaligus memintai ketera­ngan semua pihak yang terlibat,” katanya, Selasa (23/9).

AKBP Purwanto mene­rangkan bahwa sebelum­nya, ia mendapat kabar sejumlah pemuda Nagari Koto Nan Ampek, Jorong Durian Simpai, nyaris adu jotos dengan seorang ok­num anggota Polres Dhar­masraya yang diduga mem­bekingi alat berat un­tuk aktivitas tambang emas ilegal (PETI).

“Dari informasinya, ke­jadian tersebut bermula saat kecurigaan para pe­muda terhadap sebuah truk trado Mitsubishi Fuso bernomor polisi BM 9686 AA yang melintas membawa ekskavator,” katanya.

Alat berat itu disebut-sebut, kata AKBP Pur­wan­to, dicurigai pemuda bakal digunakan di kawasan Ba­tang Sakia, Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lu­rah. Pemuda yang curiga langsung menghentikan truk tersebut lantaran tak ada dokumen resmi yang ditunjukkan,” terangnya.

“Namun setelahnya, se­orang oknum polisi beri­nisial A bersama rekan-rekannya datang meng­gunakan minibus. Tanpa basa-basi, ia langsung me­ngeluarkan ka­ta-kata kasar dan menan­tang pemuda Durian Simpai. Un­tuk itu, kami akan men­dalami in­formasi ini lebih lanjut, dan sekarang kasus ini sudah ditangani oleh Ujit Propam Polres Dhar­mas­raya,” tu­tupnya. (din)