SOLOK/SOLSEL

Pendakian Gunung Kerinci Jalur Solok Selatan Tawarkan Sensasi Unik

0
×

Pendakian Gunung Kerinci Jalur Solok Selatan Tawarkan Sensasi Unik

Sebarkan artikel ini
PENDAKIAN— Jalur pendakian Gunung Kerinci yang baru dibuka via Solok Selatan sudah dibenahi untuk lebih cepat pendakian.

SOLSEL, METRO–Kabupaten Solok Selatan kini tengah menggeliat dengan potensi pariwisata yang menjanjikan. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah jalur pendakian Gunung Kerinci yang baru dibuka via Solok Selatan. Dengan pembenahan jalur pendakian yang lebih cepat dan aman, daerah ini tidak hanya mampu menarik minat wisatawan, tetapi juga diharapkan dapat mempercepat perekonomian lokal sekaligus menjaga kelestarian alam.

Bupati Solok Selatan, Khairunas, mengatakan bahwa potensi ekowisata di daerah ini begitu besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. “Melalui pengembangan jalur pendakian ini, kami berharap ekonomi masyarakat dapat meningkat, dan kami juga ingin mengedukasi warga agar ikut menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang,” ujar Khairunas.

Pada tahun 2025, melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), pemerintah bersama TNI dan Balai Besar TNKS melakukan peningkatan infrastruktur jalur pen­dakian Gunung Kerinci yang kini menjadi lebih mudah diakses.

Pengerasan jalan sepanjang 2.328 meter dan pembukaan jalur wisata baru yang menghubungkan titik awal pendakian telah memangkas waktu perjalanan yang semula memakan waktu empat hari tiga malam, kini hanya membutuhkan tiga hari dua malam, bahkan bisa di­selesaikan dalam dua hari satu ma­lam dengan kondisi fisik yang optimal.

Selain memudahkan akses, jalur pendakian yang terbentang sepanjang hutan lebat ini menyajikan panorama alam yang memesona. Salah satu daya tarik utama adalah Air Terjun Blangir yang berada di KM 2,9, serta keragaman flora dan fauna yang masih alami.

Kepala Balai Besar TNKS, Hadinata, menambahkan bahwa jalur ini juga menawarkan pengalaman unik bagi para pecinta alam, seperti pengamatan burung endemik, termasuk Paok Schneider dan Cucak Kerinci.

Dengan tinggi Gunung Kerinci yang mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut, jalur pendakian ini memang tergolong berat (Grade IV), sehingga pendaki harus didampingi pemandu profesional. Namun, Hadinata menegaskan bahwa pembukaan jalur ini dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan tidak merusak ekosistem yang ada.  “Jalur pendakian ini berada dalam Zona Pemanfaatan TNKS, yang artinya kami sudah memastikan bahwa fungsi kawasan tetap terjaga untuk tujuan wisata alam,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya melestarikan alam, semua aktivitas pembangunan jalur ini diawasi secara ketat untuk memastikan bahwa prosesnya sesuai dengan regulasi lingkungan yang berlaku.  Untuk memastikan pembukaan jalur tidak merusak ekosistem, selain sudah sesuai dengan fungsi kawasan, pihak TNKS juga selalu melakukan pengawasan saat proses pekerjaan peningkatan jalan wisata dilaksanakan. Sehingga pekerjaan tersebut selalu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (jef)