Malaysia, 19 September 2025 – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Pada ajang Asian Impact Awards 2025 di Malaysia, PLN UIP Sumbagteng berhasil meraih predikat Platinum Alignment dengan skor 95,65 pada kategori CSR for Sustainable Energy.
Penghargaan yang digelar La Tofi School of Social Responsibility dan Portman College ini diberikan atas keberhasilan program “Cultivating and Processing Moringa Leaves in the Creative Moringa Village of East Salo for Women’s Empowerment”, sebuah inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di Desa Salo Timur, Kabupaten Kampar, Riau. Program ini tidak hanya mengajarkan masyarakat cara membudidayakan pohon kelor, tetapi juga mengolah daun kelor menjadi produk bernilai tambah seperti teh kelor, cokelat kelor, dan makanan olahan sehat lainnya.
Hingga saat ini, program berhasil melibatkan 100 perempuan sebagai penerima manfaat langsung, yang memperoleh peningkatan kapasitas usaha sekaligus kenaikan pendapatan rata-rata sebesar Rp 800.000 per bulan. Selain membuka peluang ekonomi baru, program ini juga memperkuat ketahanan pangan lokal, menciptakan peluang kerja, serta menumbuhkan kemandirian komunitas desa. PLN UIP Sumbagteng tidak hanya memberikan pelatihan teknis budidaya, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan manajemen usaha, pemasaran digital, hingga pengemasan produk agar siap bersaing di pasar.
General Manager PLN UIP Sumbagteng, Hendro Prasetyawan, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Penghargaan Platinum Alignment dengan skor 95,65 ini menjadi bukti komitmen nyata PLN dalam melaksanakan program TJSL yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan. Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia dan peningkatan kesejahteraan sosial.
Melalui program pemberdayaan daun kelor di Desa Salo Timur, kami ingin menunjukkan bahwa listrik bukan hanya menghadirkan terang, tetapi juga membuka jalan bagi tumbuhnya ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menciptakan lapangan usaha baru,” ujar Hendro.
“PLN tidak hanya hadir membangun jaringan listrik, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dengan pendekatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Ke depan, kami akan terus memperluas program seperti ini agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat, sekaligus mendukung agenda energi bersih dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutupnya.
Dengan penghargaan ini, PLN UIP Sumbagteng membuktikan keunggulan tidak hanya pada aspek sosial, tetapi juga integrasi aspek lingkungan dan tata kelola ke dalam strategi TJSL. Program Kelor Salo Timur bahkan dinilai sebagai model yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain untuk mengangkat potensi lokal berbasis kearifan masyarakat.
Pencapaian ini semakin menegaskan peran PLN bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan cahaya harapan melalui pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan peningkatan daya saing bangsa di tingkat global.(*)






