POLIKO, METRO –Pasca kebakaran besar yang melanda Pusat Pertokoan Blok Barat Kota Payakumbuh pada akhir Agustus 2025 lalu, Pemerintah Kota Payakumbuh terus berupaya mencari solusi agar ratusan pedagang yang menjadi korban segera bisa kembali beraktivitas. Musibah tersebut menghanguskan ratusan kios, toko, dan lapak, dengan total kerugian ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.
Untuk meringankan beban para korban, pemerintah bersama berbagai pihak berhasil menghimpun dana bantuan hingga ratusan juta rupiah. Dana tersebut dimanfaatkan untuk dua hal: pembangunan tempat relokasi pedagang, serta bantuan langsung yang dibagikan kepada pedagang terdampak. Mekanisme ini dijalankan sesuai dengan amanat dan keinginan para donatur.
Salah satunya di Jalan Sutan Usman, samping Rumah Makan Asia Baru, di mana pembangunan sudah berjalan sekitar dua pekan. Saat ini lantai bangunan telah selesai dan akan segera dilanjutkan dengan pembangunan kerangka bangunan.
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Muslim, saat meninjau lokasi meminta agar pengerjaan dilakukan lebih cepat. Hal ini penting karena sejumlah pedagang korban kebakaran sudah mulai berjualan dengan menyewa toko di Blok Timur maupun lokasi lain. “Kita terus lakukan percepatan, dengan percepatan pembangunan, diharapkan para pedagang bisa segera kembali berjualan di tempat relokasi yang telah disiapkan pemerintah,” ujar Sekda Rida Ananda, akhir pekan kemarin.
Selain di Jalan Sutan Usman, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan tempat relokasi di eks Terminal Angkutan Kota belakang Pos Lantas serta di halaman eks Kantor Bupati Limapuluh Kota.
Ketua Baznas Kota Payakumbuh, Edi Kusmana, menegaskan bahwa pihaknya hanya bertindak sebagai pengelola dana yang dititipkan. Ia menyebutkan, sesuai arahan donatur, dana yang terkumpul tidak hanya diprioritaskan untuk pembangunan relokasi, melainkan juga untuk membantu langsung para pedagang korban kebakaran. “Dana yang dititipkan di Baznas akan kami kelola dan salurkan sesuai peruntukan dari donatur. Ada yang dialokasikan untuk membantu langsung pedagang, ada juga yang dipergunakan membangun relokasi sesuai permintaan para penyumbang,” jelas Edi Kusmana. (uus)






