AGAM/BUKITTINGGI

Ilham Fahmi Sandang Gelar Dt Pangulu Batuah, Sekda Agam: Pangulu Punya Tanggung Jawab Besar

0
×

Ilham Fahmi Sandang Gelar Dt Pangulu Batuah, Sekda Agam: Pangulu Punya Tanggung Jawab Besar

Sebarkan artikel ini
BATAGAK PANGULU— Sekda Kabupaten Agam, Mhd Lutfi AR, hadiri alek batagak pangulu Payuang Panji Datuak Pangulu Batuah Suku Caniago, di Kubang, Surabayo, Nagari Lubuk Basung, Sabtu, (20/9).

AGAM, METRO–Prosesi adat batagak pangulu kembali digelar di Kabupaten Agam. Kali ini, giliran Suku Caniago yang menobatkan pemimpin adat­nya dalam sebuah alek di Kubang, Surabayo, Nagari Lubuk Basung, Sabtu (20/9).

Dalam prosesi sakral tersebut, gelar Dt Pangulu Batuah resmi disandang oleh Ilham Fahmi, yang dipercaya untuk memimpin kaum dan menjaga marwah adat.

Acara berlangsung khid­mat dengan dihadiri oleh niniak mamak, alim ulama, cerdik pandai, serta ma­syarakat sekitar. Kehadiran mereka menegaskan kuatnya tradisi kebersamaan dan gotong royong dalam budaya Minangkabau.

Turut hadir dalam ke­sempatan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd Lutfi AR, yang me­nyampaikan apresiasi se­kaligus ucapan selamat kepada pangulu baru.

“Seorang pangulu memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya untuk kaum yang dipimpinnya, tetapi juga untuk nagari dan daerah. Semoga dengan gelar ini, Dt Pangulu Batuah dapat menjadi teladan, menjaga persatuan, serta ikut mendu­kung pembangunan di Ka­bupa­ten Agam,” ujar Sekda Lutfi.

Ia menegaskan, keberadaan seorang pangulu bukan sekadar simbol adat, tetapi juga pilar da­lam menjaga nilai-nilai kebersamaan. Dengan demi­kian, peran pangulu diharapkan mampu memperkuat kehidupan sosial sekaligus me­nyinergikan adat dengan pembangu­nan daerah.

Sekda Lut­­fi juga me­ngingatkan pentingnya ge­­nerasi pe­nerus adat da­lam menjaga falsafah Mi­nang­ka­bau, yakni adat basandi syarak, sya­rak basandi Ki­tabullah.

“Melalui peralihan ge­nerasi ini, kita berharap nilai adat te­tap hi­dup dan diwariskan kepada anak kemenakan, sehingga budaya Minangkabau tetap kokoh di tengah perkem­bangan zaman,” tambahnya.

Prosesi batagak pangulu ini tidak hanya menjadi ajang adat, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antarwarga, se­kaligus memperkuat peran adat dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Agam. (pry)