BERITA UTAMA

Bela Cucu hingga Berujung Cekcok, Nenek 64 Tahun Kritis Dianiaya Anak Pelaku Cabul, Polisi Janji Usut Tutntas

0
×

Bela Cucu hingga Berujung Cekcok, Nenek 64 Tahun Kritis Dianiaya Anak Pelaku Cabul, Polisi Janji Usut Tutntas

Sebarkan artikel ini
02 Wanita Lansia Kritis Dianiaya
KRITIS— Korban RD (64) kritis akibat dianiaya anak dari terduga pelaku yang telah mencabuli cucunya.

PADANGPARIAMAN, METRO–Nasib tragis dialami seorang nenek berinisial RD (64) di Korong Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabu­paten Padanpariaman. Wanita yang sudah berusia senja itu, terbaring di rumah sakit dengan kondisi kritis gegara mengalami tindakan peng­ aniayaan.

Mirisnya, orang yang menganiaya korban sam­pai luka parah seperti itu, adalah anak dari terduga pelaku yang mencabuli cucunya. Korban RD pun kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Yos Sudarso Padang.

Keluarga korban yang tak terima atas kejadian itu, sudah melaporkan kasus penganiayaan berat yang menimpa korban dan aksi pencabulan yang dialami cucu korban ke Polres Pa­riaman.

Anak korban pengani­ayaan, Salmiati Ayu Reza mengatakan, pengania­ya­an itu bermula dari laporan cucu korban, HM berusia 12 tahun yang saat ini kelas 6 SD. Kepada sang nenek, ponakannya itu mengku telah dicabuli oleh terduga pelaku berinisial FA.

“Ibu saya dianiaya oleh anak dari terduga pelaku yang sudah mencabuli po­nakan saya. Memang, sem­pat terjadi cekcok dengan pelaku penganiayaan, pada saat ibu saya hendak mem­pertanyakan kebenaran laporan dari pondakan sa­ya,” kata Salmiati Ayu Reza, Jumat (19/9).

Salmiati Ayu Reza me­ngaku dirinya mendapat kabar ibunya dianiaya dan ponakannya dicabuli, keti­ka ia sedang berada di Medan. Setelah itu, ia lang­sung pulang dan melapor­kan ayah dan anak terse­but ke Polres Pariaman.

Baca Juga  Mandi di Embung, Pelajar SMA Tewas Tenggelam

“Pengakuan HM, ter­duga pelaku cabul FA sem­pat meraba tubuhnya di dalam kamar. Saat FA coba membentangkan tikar, po­nakan saya HM berhasil melarikan diri ke rumah tetangga dan men­dapat­kan perlindungan. HM ke­mudian diantar pulang oleh tetangga,” ujarnya.

Ditambahkan Salmiati Ayu Reza, karena menga­lami rasa takut dan trauma, HM kemudian melaporkan perbuatan FA tersebut ke­pada sang nenek. Sontak saja, sang nenek dibuat ma­rah dan langsung men­da­tangi rumah pelaku FA un­tuk mempertanyakannya.

“FA ini mengelak. Bah­kan, FA menuduh bahwa HM sudah melakukan pen­curian di rumahnya. Ibu saya tentu tidak terima dan mati-matian membela HM yang sudah menjadi korban pencabulan FA,” tegas Salmiati Ayu Reza.

Salmiati Ayu Reza me­ngatakan, anak terduga pelaku pencabulan juga berusaha membela ayah­nya. Sehingga terjadilah cekcok yang berakhir pe­mu­kulan dan penenda­ngan yang dilakukan anak FA hingga membuat RD terka­par tak berdaya.

“Aksi penganiayaan itu, akhirnya menbuat ibu saya mengalami kritis dan harus menjalani perawa­tan hingga saat ini. Kami menuntut keadilan. Saya berharap Polisi segera me­nangkap pelaku yang su­dah menganiaya ibu saya dan pelaku yang mencabuli ponakan saya,” tutur dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pariaman, Iptu Rio Ramadhani mem­benarkan pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan dan pencabulan telah diterima. Ia pun memastikan akan memproses laporan itu untuk memberikan kea­dilan kepada korban.

Baca Juga  Tukang Julo-julo Ngaku Disayat Rampok, Ternyata Uang Dipakai Sendiri

“Kami sedang melaku­kan penyelidikan yang men­­dalam. Kami komitmen untuk mengusut tuntas ka­sus ini hingga tuntas. Untuk perkembangan penanga­nan kasus ini, akan kami ungkap ke publik dalam waktu dekat,” tegas dia.

Iptu Rio menuturkan, selain kasus pengania­yaan, saat ini pihaknya juga sedang memproses kasus pencabulan yang me­nimpa cucu RD. Lapo­ran tersebut juga sudah di proses oleh Satreskrim Polres Pariaman.

“Kami masih fokus pa­da kondisi korban peng­ania­yaan. Untuk kasus pen­cabu­lan kita akan proses juga. Kita akan mintai ke­terangan sak­si-saksi dan mengum­pulkan alat bukti,” ujarnya.

Ketua Aksi Solidaritas Piaman Laweh (ASPILA), Azwar Anas yang men­damp­ingi keluarga korban mengatakan, peristiwa itu bermula ketika RD beru­saha melindungi cucunya yang diduga menjadi kor­ban tindakan asusila.

“Pembelaan itu beru­jung fatal. RD justru dia­niaya hingga tak sadarkan diri di Jalan Baru Korong Sungai Sirah, tepat di de­pan Mushala Baitul Hik­mah,” jelasnya.

Ia mengatakan, kondisi RD saat ini sangat meng­khawatirkan. Korban mun­tah dan matanya berda­rah, bahkan harus dipasang se­lang di leher untuk ber­napas.

“Pascakejadian, Tante korban tindakan asusila, SA (40), melaporkan dugaan penganiayaan berat ini ke Polres Pariaman pada 14 September 2025. Terlapor dalam kasus ini diketahui berinisial FA,” tutup dia. (ozi)