AGAM/BUKITTINGGI

Kurangi Limbah Rumah Tangga, DWP Sosialisasikan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

0
×

Kurangi Limbah Rumah Tangga, DWP Sosialisasikan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI— Guna meningkatkan pengetahuan para anggotanya, Dharma Wanita Persatuan (DWP ) unit Sekretariat Daerah Kabupaten Agam gelar sosialisasi pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah di aula Kantor Bupati Agam, Lubuk Basung, Jumat, (19/9). ist

AGAM, METRO–Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Sekretariat Daerah Kabupaten Agam menggelar kegiatan kreatif dan edukatif berupa sosialisasi pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Kegiatan ini berlangsung di aula Kantor Bupati Agam, Lubuk Basung, Jumat (19/9), dan disambut antusias oleh para anggota.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari agenda pertemuan bulanan DWP Kabupaten Agam. Hadir dalam kegiatan ini, Ketua DWP Kabupaten Agam, Ketua Sub Unit, anggota Unit Setda Agam, serta narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam.

Ketua DWP Kabupaten Agam yang diwakili oleh Ny. Lenggo Andrinaldi menyampaikan apresiasinya kepada pihak penyelenggara. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun ekonomi keluarga.

“Kegiatan ini luar biasa menarik. Selain belajar membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah, hasilnya juga bisa bermanfaat secara ekonomi,” ujar­nya dalam sambutan.

Dalam penjelasannya, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup menguraikan bahwa minyak jelantah atau minyak bekas pakai memiliki potensi untuk didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat. Salah satunya adalah lilin aromaterapi yang berfungsi sebagai pengharum ruangan sekaligus sarana relaksasi.

Dengan inovasi ini, minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah ternyata bisa diubah menjadi produk bernilai tambah. Selain mengurangi limbah rumah tangga, langkah ini juga berkontribusi terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi potensi polusi.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan para anggota dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh. Tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi usaha kecil berbasis rumah tangga,” tambah Ny. Lenggo Andrinaldi.

Para anggota DWP terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahap proses pembuatan lilin aromaterapi. Mereka menyimak penjelasan narasumber, mulai dari cara menyaring minyak jelantah, mencampurkan bahan tambahan, hingga membentuk lilin dengan aroma yang menenangkan.

Suasana kegiatan semakin hidup ketika para peserta mencoba langsung membuat lilin aromaterapi dengan bimbingan narasumber. Beberapa bahkan mengaku baru pertama kali mengetahui bahwa minyak jelantah bisa dimanfaatkan kembali dengan cara yang kreatif.

Bagi DWP Kabupaten Agam, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program ramah lingkungan yang tengah digencarkan pemerintah daerah. Edukasi se­macam ini diyakini mampu me­ningkatkan kesadaran masya­rakat, khususnya kaum ibu, untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan. (pry)