AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam terus mengakselerasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas nasional. Hal itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, yang berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Agam, Kamis (18/9).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd Lutfi AR, SH, M.Si, yang hadir mewakili Bupati Agam. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor, sekaligus meningkatkan kinerja Tim Terpadu Pengawasan Keamanan Pangan Segar di daerah.
Dalam sambutannya, Sekda Lutfi menekankan bahwa program makan bergizi gratis adalah upaya fundamental dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sekaligus menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Agam.
“Program makan bergizi gratis merupakan prioritas nasional. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk membangun generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.
Hingga 18 September 2025, tercatat sudah ada 9 dapur makan bergizi gratis yang beroperasi di Kabupaten Agam. Dapur tersebut melayani 32.034 penerima manfaat, atau baru sekitar 18,8 persen dari total kebutuhan 170 ribu sasaran di wilayah itu.
“Artinya, masih ada pekerjaan besar yang harus kita tuntaskan bersama agar seluruh target benar-benar terlayani,” jelas Lutfi.
Ia menyebutkan ada tiga penekanan utama dalam pelaksanaan program ini. Pertama, koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Dinas Lingkungan Hidup.
Kedua, pengawasan kualitas pangan, yakni memastikan makanan yang diberikan aman, bebas dari zat berbahaya, dan sebisa mungkin memanfaatkan bahan pangan lokal. Langkah ini sekaligus mendukung para petani, nelayan, dan pelaku UMKM agar tetap berdaya.
Ketiga, monitoring dan evaluasi berkelanjutan, yang berfokus pada pendataan penerima manfaat, pemantauan kualitas gizi, serta identifikasi kendala lapangan. Dengan data yang akurat, kebijakan perbaikan bisa dilakukan secara tepat sasaran.
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh peran aktif Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Mulai dari penyusunan rencana kerja, pendataan penerima, hingga pengawasan menu agar sesuai standar gizi yang telah ditetapkan.
“Program makan bergizi gratis ini bukan sekadar rutinitas, tetapi sebuah investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah dan bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab moral memastikan generasi penerus tumbuh sehat dan memiliki daya saing tinggi,” tegasnya.
Dengan dorongan kuat dari pemerintah daerah dan kolaborasi lintas sektor, Kabupaten Agam optimistis dapat memperluas cakupan program sehingga seluruh sasaran masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan nasional ini. (pry)






