METRO PADANG

PT KAI Divre II Sumbar Lakukan Mitigasi Intensif Hadapi Musim Hujan

0
×

PT KAI Divre II Sumbar Lakukan Mitigasi Intensif Hadapi Musim Hujan

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–PT KAI Divre II Sumatera Barat melakukan berbagai langkah antisipasi dalam menghadapi musim penghujan untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan lancar. Upaya ini dilakukan guna meminimalisasi potensi gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem tingginya curah hujan, angin dan tiba-tiba panas terik yang dapat mengakibatkan banjir, longsor, maupun amblesan tanah yang berpotensi rawan bencana.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa faktor geografis wilayah Barat di petak jalan tertentu dapat terjadi per­ge­rakan kontur tanah ter­utama pada musim peng­hujan, petugas prasarana jalan rel dan jembatan telah melakukan serang­kaian mitigasi preventif untuk memperkuat jalur kereta terutama di 5 titik rawan di antara nya dari petak jalan stasiun Pauh Lima – Bukit Putus, Stasiun Duku – Lubuk Alung, Sta­siun Lubuk Alung – Paria­man, Stasiun Lubuk Alung – Kayu Tanam dst. Daerah-daerah tersebut sudah di petakan sebagai daerah rawan longsor dan amblas, sehingga perlu diwaspadai saat musim hujan.

“Petugas prasarana jalan rel dan jembatan melakukan serangkaian mitigasi preventif di­anta­ra­nya menggunakan KA ukur untuk pemetaan pera­wa­tan prasarana prioritas atau alternatif lain dengan track geometry pemetaan troley untuk pengukuran jalur selain KA ukur,” jelas Reza, dalam keterangan persnya, Kamis (18/9).

Selain itu dengan pe­me­riksaan rutin dengan jalan kaki oleh petugas periksa jalan (PPJ) serta penam­bahan petugas ek­stra di titik- titik rawan ter­sebut.

KAI Divre II Sumbar menyiapkan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di titik rawan dan lokasi stra­tegis. AMUS terdiri dari beberapa material penting untuk pendukung langkah antisipasi penguatan tubuh badan rel yang meliputi rel cadangan, karung berisi pasir, batu kricak, bantalan beton dan bantalan kayu yang dapat langsung digu­nakan jika terjadi kondisi darurat.

KAI Divre II Sumbar juga menyiapkan alat berat seperti excavator dan MTT (Multi Tie Tamper) yakni alat bantu dalam perawa­tan jalan rel untuk mem­percepat proses perbaikan jalur KA apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dampak dari kondisi cuaca ekstrem serta melakukan pemasangan dinding pena­han tanah (DPT) berupa konstruksi bronjong untuk mencegah longsor/amblas di daerah rawan bencana.

Selain itu, juga terdapat berbagai peralatan pera­watan jalan rel cadangan juga telah ditempatkan di titik-titik strategis seperti peralatan teknis, dian­tara­nya : dongkrak, alat potong rel, pelat sambung, dan penambat rel, serta alat Hand Tie Tamper (HTT) yang berfungsi untuk me­ng­angkat, menata, dan me­madatkan ballast (batu di bawah rel) dengan ma­nual (semi otomatis)untuk mengembalikan posisi rel ke elevasi yang diinginkan sehingga jalur rel tetap dalam kondisi optimal dan aman bagi perjalanan kere­ta api.

Peralatan darurat lain seperti tenda pleton, chain­saw, serta H-beam untuk perbaikan sementara jem­batan juga turut disiaga­kan, agar dapat digunakan dengan cepat jika terjadi gangguan darurat selama musim penghujan.

Selain langkah-langkah teknis tersebut, KAI Divre II Sumbar juga meng­im­bau masyarakat untuk tu­rut serta mendukung ke­selamatan perjalanan ke­reta api dengan tidak me­lakukan aktivitas ber­baha­ya di seki­tar jalur rel, serta segera melapor apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu per­jalanan kereta api. De­ngan adanya sinergi antara petugas KAI dan masy­a­rakat, diharapkan seluruh perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat dapat berjalan aman, lan­car, dan selamat sampai tujuan meskipun dalam kondisi cuaca ekstrem.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kesela­ma­tan dan kenyamanan pe­langgan dengan melaku­kan langkah-langkah pre­ven­tif secara konsisten. Seluruh unit operasional KAI akan terus bersiaga penuh antisipasi musim penghujan berlangsung,” tutup Reza.(fan)