SURABAYA, METRO–Semen Padang FC bersiap melakoni laga tandang berat pada pekan keenam BRI Super League 2025/2026. Kabau Sirah akan menantang tuan rumah Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (19/9) pukul 19.00 WIB.
Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit, meski Persebaya lebih diunggulkan berdasarkan posisi di klasemen. Bajul Ijo saat ini berada di papan tengah, sementara Semen Padang masih berjuang untuk keluar dari zona bawah.
Kedua tim datang ke laga ini dengan luka yang sama. Persebaya baru saja tumbang 0-1 dari Persib Bandung, sedangkan Semen Padang dipermalukan PSBS Biak 1-2 di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion H Agus Salim, Padang.
Situasi itu membuat duel nanti menjadi ajang kebangkitan bagi kedua tim. Persebaya tentu ingin kembali ke jalur kemenangan, sementara Semen Padang bertekad menjadikan GBT sebagai titik balik perjalanan mereka musim ini.
Saat ini, Semen Padang terdampar di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan torehan 4 poin dari empat pertandingan. Hasil itu berasal dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.
Sementara itu, Persebaya menempati posisi ke-8 klasemen dengan koleksi 6 poin. Tim asuhan Eduardo Perez Moran meraih dua kemenangan dari lima pertandingan, namun masih belum konsisten menjaga performa.
Manajer Semen Padang, Masykur Rauf, menegaskan timnya berangkat ke Surabaya dengan ambisi besar. Sebanyak 22 pemain dibawa untuk mengincar poin penuh di markas Bajul Ijo.
“Target kita tiga poin. Bagaimanapun kita harus mengejar ketertinggalan setelah kalah di laga sebelumnya,” tegasnya, Rabu (17/9).
Senada dengan itu, pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida, menekankan bahwa timnya siap tampil habis-habisan. “Kami tahu akan menghadapi tim bagus di kandang lawan. Tapi kami datang ke sini untuk memberikan yang terbaik dan mengincar poin,” ujarnya.
Absennya gelandang kreatif Persebaya, Francisco Rivera, yang harus menepi akibat kartu merah saat melawan Persib, menjadi sorotan jelang laga. Namun, Almeida menilai Persebaya tetap berbahaya.
“Mereka masih punya banyak pemain dengan karakteristik berbeda yang bisa merepotkan kami,” kata pelatih asal Portugal tersebut.
Di kubu tuan rumah, Eduardo Perez justru meminta anak asuhnya tidak meremehkan Kabau Sirah. “Semen Padang tim yang bagus dengan pelatih berpengalaman. Liga musim ini sangat seimbang, semua lawan bisa menang,” ujar Perez.
Almeida sendiri bukan sosok baru bagi Semen Padang. Ia pernah menukangi Kabau Sirah pada musim 2019/2020, serta berkarier di Arema FC dan Rans Nusantara. Pengalamannya dianggap bisa jadi senjata kejutan, terbukti saat membawa Semen Padang mengalahkan Dewa United 2-0 beberapa pekan lalu.
Bagi Persebaya, kemenangan di GBT mutlak dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan diri sekaligus menjaga peluang menembus papan atas klasemen. Sementara bagi Semen Padang, laga ini adalah kesempatan emas untuk bangkit dan menjauh dari bayang-bayang zona degradasi.
Duel Persebaya vs Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo dipastikan sarat gengsi. Kedua tim sama-sama terluka, dan hanya kemenangan yang bisa menyembuhkan luka itu. (rom)






