LIMAPULUH KOTA, METRO–Si jago merah mengamuk di Limapuluh Kota. Kali ini, empat unit ruko di Jorong Limbanang Baruah, Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, hangus terbakar pada Kamis (18/9) sekitar pukul 07.50 WIB.
Asap tebal membubung tinggi di langit Limbanang, warga berhamburan kaget melihat kobaran api yang sudah besar membakar bangunan rumah toko (Ruko) harian itu.
Warga yang mengetahui api membakar ruko mencoba membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sampai damkar Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh datang.
Awalnya warga melihat api di dalam salah satu bangunan. Sehingga masyarakat dengan sigap menghubungi damkar dan sekitar pukul 07.50 wib damkar mendapat kabar adanya kebakaran hingga meluncur kelokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lima Puluh Kota, Alfian didampingi Sekretaris Wiwing, menjelaskan, tim langsung bergerak cepat setelah menerima laporan.
“Unit kami berangkat pukul 07.55 WIB dan tiba di lokasi beberapa menit kemudian. Api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 10.30 WIB setelah lebih dari dua jam upaya pemadaman,” jelasnya.
Dalam operasi ini, Damkar Kabupaten Limapuluh Kota mengerahkan tiga unit armada yang dibantu satu unit armada dari Kota Payakumbuh. Sebanyak 36 personel diturunkan ke lapangan, dibantu TNI, Polri, PLN, serta perangkat nagari dan camat setempat.
Kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu membuat api dengan cepat membesar dan merembet ke ruko lainnya. Warga sekitar panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diambil.
“Api berhasil dicegah agar tidak meluas ke dua rumah lain yang berada di sekitar lokasi. Namun, empat unit ruko terbakar habis dengan luas area sekitar 20 x 30 meter,” jelas Wiwing.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, peristiwa ini menyebabkan tiga kepala keluarga kehilangan tempat usaha dan tempat tinggal mereka. Para korban yakni Ariyon (53), seorang sopir, Yunismar (76), Surya (32) keduanya bekerja sebagai wiraswasta.
Kerugian material akibat kebakaran ini belum bisa ditaksir secara keseluruhan. Namun, diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah mengingat bangunan yang terbakar merupakan ruko tempat usaha dan hunian.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas pagi buta itu. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang,” ungkapnya.
Camat Suliki, Adriwan, menyebut saat ini tiga keluarga yang terdampak kebakaran rumah toko itu terpaksa mengungsi ketempat saudara atau kerabatnya. Camat.
“Dari informasi masyarakat melihat api sudah membesar dari salah satu bangunan. Kemudian membakar bangunan semi permanen yang ada disekitarnya. Belum diketahui penyebab kebakaran, saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh kepolisian,” sebut Camat. (uus)






