METRO SUMBAR

DBD Mewabah di Sijunjung, Lonjakan Kasus Terjadi Sejak Agustus,  Kadinkes: Hindari Gigitan Nyamuk Pagi dan Sore

3
×

DBD Mewabah di Sijunjung, Lonjakan Kasus Terjadi Sejak Agustus,  Kadinkes: Hindari Gigitan Nyamuk Pagi dan Sore

Sebarkan artikel ini
PENGASAPAN—Tim Dinas Kesehatan melakukan fogging atau pengasapan. Dinas Kesehatan Sijunjung mencatat, pada Agustus kemarin terdapat sembilan kasus DBD di Kecamatan Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO–Kasus demam ber­da­rah dengue (DBD) me­ning­kat di Kecamatan Sijunjung. Lonjakan terjadi sejak beberapa bulan terakhir, bahkan terdapat pasien DBD yang harus dirujuk ke rumah sakit di Solok untuk penanganan medis lebih serius.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung men­catat, pada Agustus kemarin terdapat sembilan kasus DBD di Kecamatan Sijunjung. Dengan rincian empat kasus di Pus­kesmas Gambok dan lima pasien di Puskesmas Sijunjung. Belum termasuk di bulan September yang masih berjalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, Harry Oscar mengatakan, ada sejumlah kecamatan yang mengalami peningkatan kasus DBD sejak awal tahun 2025. “Pada awal tahun peningkatan kasus (DBD) terjadi di Kecamatan Kamang Baru, seperti di Nagari Sungai Lansek, bah­kan terdapat satu o­rang pasien meninggal dunia akibat DBD pada Februari lalu,” tuturnya. Kamis (18/9).

Baca Juga  Pasaman Masuk Kategori Zona Kuning

“Di Kecamatan Tanjung Gadang sempat terjadi, dan sekarang peningkatan kasus DBD terjadi di Kecamatan Sijunjung. Dari laporan, ada peningkatan pasien DBD sejak beberapa bulan terakhir di Kecamatan Sijunjung hingga saat ini,” jelas Kadis Kesehatan.

Untuk diketahui, DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti yang menularkan virus dengue. “Jika saat imun tubuh menurun, virus tadi akan mengakibatkan demam, terjadinya penuru­nan trombosit pada da­rah,” ujar Harry Oscar.

“Demam panas yang terjadi akan mengalami naik turun. Dampaknya bisa berbeda pada setiap orang, kadang cukup diatasi dengan banyak minum, makan bergizi dan istirahat cukup. Atau pemberian cairan melalui infus hingga penanganan medis yang lebih serius,” katanya menambahkan.

Nyamuk aedes aegypti biasanya menggigit di pagi dan sore hari. “Maka hindarilah digigit nyamuk pada waktu-waktu tersebut,” ucapnya.

Baca Juga  Payakumbuh Alek Silek Digelar 3 Hari, 100 Anak Sasaran Bertemu di Galanggang Medan Nan Bapaneh 

Peningkatan kasus DBD tidak terlepas dari kebersihan lingkungan dan kondisi cuaca yang menjadi salah satu faktor. Pihaknya telah melakukan penyuluhan dan turun langsung untuk melakukan identifikasi di lapangan.

“Kalau untuk fogging, kita lakukan sesuai permintaan dari pihak nagari. Beberapa nagari sudah dilakukan, namun cara paling efektif adalah PSN,” terangnya.

Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) bisa dilakukan dengan cara membersihkan saluran air, me­ngubur barang bekas, me­nguras dan menutup penampungan air. “Kerena memang, kebersihan ling­kungan menjadi faktor dalam pencegahan DBD. Kita dari dinas juga sudah mengeluarkan edaran agar kegiatan pembersihan sarang nyamuk (PSN) digencarkan di tengah ma­syarakat, seperti gotong royong dan membersihkan lingkungan rumah,” tambahnya. (ndo)