METRO PADANG

Pemprov Siapkan SE Gubernur untuk Antisipasi Konten Buruk di Medsos

0
×

Pemprov Siapkan SE Gubernur untuk Antisipasi Konten Buruk di Medsos

Sebarkan artikel ini
SIKAPI KONTEN MEDSOS— Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri memimpin rapat pembahasan antisipasi konten di medsos yang dinilai tidak sejalan dengan nilai agama, adat, serta falsafah hidup masyarakat Minangkabau ABS-SBK, Selasa (16/9). i

SUDIRMAN, METRO–Pemprov Sumbar bergerak cepat menyi­kapi maraknya konten di media sosial yang dinilai tidak sejalan dengan nilai agama, adat, serta falsafah hidup masyarakat Minang­kabau “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”.

Langkah antisipasi ini dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri di ruang kerjanya, Selasa (16/9).

Dalam rapat tersebut, seluruh peserta rapat menyepakati pentingnya segera merumuskan Surat Edaran (SE) Gubernur yang mene­kankan dua hal pokok, yakni menjaga kesantunan dalam bertutur dan mem­perhatikan kesopanan da­lam berpakaian.

Baca Juga  OPD Diminta Laksanakan Program Sesuai Perencanaan

“Pemprov Sumbar hadir untuk memastikan ruang digital masyarakat tetap sehat, sesuai dengan nilai agama dan budaya kita. Surat edaran gubernur ini diharapkan bisa menjadi acuan bagi konten kreator lokal dalam ber­karya, terutama dari segi kesantunan berbahasa dan kesopanan berpenam­pilan,­” ujar Ahmad Zakri.

Ia menegaskan, kehadiran surat edaran tersebut bukan untuk membatasi kreativitas, melainkan untuk mengarahkan agar ekspresi masyarakat di ruang digital tetap membawa manfaat dan kebaikan bagi lingkungan.

“Pemerintah ingin mendorong kreativitas masya­rakat tetap berada dalam bingkai norma dan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Baca Juga  Bangun Kebersamaan Lewat Olahraga, Dirut SIG Resmikan Turnamen Tenis Meja Semen Padang

Senada dengan itu, Kepala Biro Kesra, Al Amin menyampaikan bahwa sebelum rapat digelar, pihaknya telah menghimpun masukan dari berbagai pihak. Hasilnya, ada dua persoalan yang banyak disoroti masyarakat, diantaranya pilihan kalimat dalam bertutur dan kesopanan dalam berpakaian.

“Sebagian besar ma­sya­rakat berharap, konten yang diproduksi kreator lokal itu lebih mencerminkan nilai kearifan lokal yang kita junjung bersama,” jelasnya. (fan)