METRO PADANG

PT Semen Padang Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Keluarga Berisiko Stunting

0
×

PT Semen Padang Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk Keluarga Berisiko Stunting

Sebarkan artikel ini
BANTUAN BEDAH RUMAH— Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z. Lubis, menyerahkan bantuan bedah rumah Keluarga Berisiko Stunting (KRS) kepada Wawako Maigus Nasir, di Baringin Sakti, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kamis (11/9) lalu.

PADANG, METRO–PT Semen Padang kembali menunjukkan kepeduliannya ter­hadap penurunan angka stunting di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang. Melalui Unit Pe­ngum­pul Zakat (UPZ) BAZNAS Semen Padang, perusahaan semen pertama di Asia Tenggara ini menyalurkan bantuan bedah ru­mah senilai Rp20 juta kepada Ke­luarga Berisiko Stunting (KRS) d­a­lam kegiatan Penguatan Kampung Keluarga Ber­kualitas (Kampung KB) di Ba­ringin Sakti, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Keca­matan Lubuk Begalung, Kamis (11/9) lalu.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, disaksikan Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Mardalena Wati Yulia, Camat Lubuk Begalung Noviandi Amir, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Iskandar menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan penyediaan makanan bergizi. Me­nurutnya, faktor lingkungan, termasuk rumah dan sanitasi yang layak, juga berperan besar terhadap tumbuh kembang anak.

“Masalah stunting tidak cukup ditangani dengan makanan bergizi saja. Rumah dan sanitasi yang sehat sangat krusial agar anak tumbuh di lingkungan yang mendukung. Karena itu, PT Semen Padang hadir untuk ikut serta menurunkan angka stunting me­lalui bantuan bedah rumah ini,” ujar Iskandar.

Baca Juga  Andre: 2024 Prabowo masih Berpeluang

Ia menambahkan, me­lalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Semen Padang juga telah menyalurkan bantuan senilai Rp80,5 juta kepada sembilan ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronik (KEK) di tiga kecamatan sekitar perusahaan, yaitu Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, dan Pauh. Bantuan diberikan dalam bentuk paket nutrisi tambahan dan pembangunan jamban sehat.

“Upaya ini bagian dari dukungan PT Semen Pa­dang terhadap pencapaian SDGs poin 2: Tanpa Kelaparan, sekaligus sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wa­kil Presiden Gibran Rakabuming Raka da­lam mem­bangun SDM Indonesia yang unggul,” jelasnya.

Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, mengapresiasi kontribusi PT Semen Padang. Ia menilai, keterlibatan dunia usaha sangat penting dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.

“Angka stunting di Sumbar memang sempat meningkat. Namun dengan ko­la­­borasi seluruh pihak, terma­suk dukungan peru­sa­­haan seperti PT Semen Pa­dang, target penurunan angka stunting bisa tercapai. Dampaknya langsung kembali kepada masyarakat dan generasi mendatang,” ungkap Bonivasius.

Baca Juga  Gencarkan Vaksinasi di Jati Rumah Gadang, Puskesmas Andalas, FK Unand dan Polsek Padang Timur Gelar Superman

Wakil Wali Kota Pa­dang, Maigus Nasir, juga menyampaikan apresiasinya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting di daerah.

“Pemerintah, dunia usaha, akademisi, ma­sya­rakat, dan media harus berjalan bersama. Apa yang dilakukan PT Semen Padang hari ini merupakan contoh nyata potensi kola­bo­rasi pentahelix untuk membangun generasi sehat dan berkualitas,” ujar Maigus.

Melalui berbagai program CSR dan TJSL, PT Semen Padang terus memperkuat perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga memberi dampak sosial bagi ma­sya­rakat. Dukungan terhadap Kampung KB Baringin Sakti menjadi bagian dari upaya kolektif menuju Sumbar bebas stunting di masa depan.

Diketahui, Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB merupakan program strategis BKKBN untuk memperkuat pembangunan keluarga dari tingkat paling dasar. Program ini tidak hanya berfokus pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga peningkatan kualitas hidup keluarga, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga ketahanan sosial. (ren/rel)