BERITA UTAMA

Tawuran Maut Geng Mexico dan BTS, Pelajar SMA Tewas Dikeroyok dan Dibacok, 5 Pelaku Ditangkap, Sajam jadi Barang Bukti

0
×

Tawuran Maut Geng Mexico dan BTS, Pelajar SMA Tewas Dikeroyok dan Dibacok, 5 Pelaku Ditangkap, Sajam jadi Barang Bukti

Sebarkan artikel ini
TAWURAN— Tim Klewang Polresta Padang menangkap lima pelaku yang terlibat dalam aksi tawuran yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Jalan By Pass Simpang Ketaping, Kecamatan Kuranji.

PADANG, METRO–Aksi tawuran antarkelompok remaja di Kota Padang kembali memakan koran jiwa. Kali ini, seorang remaja yang berstatus pelajar kelas 3 SMA Taman Siswa, tewas setelah dikeroyok oleh geng lawannya di Jalan By Pass Simpang Ketaping, Kecamatan Kuranji, Sabtu dinihari (14/9).

Korban diketahui bernama Wahyu Andri Pratama (18), yang beralamat di Jalan Gunung Sago, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, sempat dibawa oleh teman-temannya ke Rumah Sakit Siti Rahma untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun sayangnya, korban yang kondisinya mengalami luka parah pada bagian kepala, luka lecet pada kaki dan luka bacokan senjata tajam pada punggung serta pinggangnya, tak bisa diselamatkan. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Video amatir yang memperlihatkan detik-detik korban dikeroyok oleh sekelompok remaja lawannya beredar di media seosial dan grup-grup WhatsApp. Terlihat, dua kelompok saling serang dengan senjata tajam dan kayu.

Korban yang mengenakan jaket berwarna merah menjadi sasaran pengeroyokan hingga terkapar bersimbah darah. Terlihat korban dipukuli menggunakan kayu berkali-kali sampai korban tersungkur di taman pembatas jalan.

Tim Khusus Bravo Polresta Padang yang menerima laporan adanya tawuran di Simpang Ketaping. Petugas langsung bergerak menyisir sepanjang Jalan By Pass, namun kelompok remaja yang bertikai sudah lebih dulu membubarkan diri. Tawuran tersebut diketahui melibatkan kelompok yang menamakan diri Mexiko yang berasal dari Khatib Sulaiman dan Aia Pacah, melawan kelompok BST (Barat Selatan Timur).

Sekitar satu jam kemudian, pukul 04.30 WIB, pihak kepolisian mendapat laporan bahwa salah satu pelaku tawuran tewas setelah dilarikan rekan-rekannya ke RS Siti Rahmah. Korban Wahyu mengalami luka serius di bagian kepala, punggung, tangan, dan kaki. Kasus itupun ditindaklanjuti Tim Klewang Satreskrim Polresta Padnag.

Pada hari itu juga, Tim Klewang berhasil menangkap lima remaja yang diduga terlibat dalam bentrokan berdarah tersebut. Bersama para pelaku, turut diamankan sejumlah senjata tajam yang dipakai saat kejadian

“Untuk saat ini lima pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap korban sudah diamankan, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian. Empat dari lima pelaku diketahui masih berstatus anak di bawah umur.,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, Minggu (14/9).

Kompol Yasin mengugkapkan, ;ima orang yang ditangkap adalah FH (14), pelajar SMP N, GA (16) tidak bersekolah, RI (15) tidak bersekolah, AR (16) tidak bersekolah dan AB (16) tidak sekolah. Mereka diduga terlibat dalam meninggalnya Wahyu Andri Pratama.

“Para pelaku masih dalam pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam tawuran tersebut . Saat ini kami sedang memburu pelaku lain yang diduga kuat terlibat dalam aksi kekerasan yang merenggut nyawa pelajar SMA itu,” tegas dia.

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam terjerat pidana diduga melakukan penganiayaan bersama-sama yang mengakibatkan kematian. Polisi memastikan akan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Padang, Iptu Hendri Nopember mengatakan, korban tewas akibat sabetan senjata tajam yang dialami saat tawuran. Kronologi kejadian bermula ketika kedua kelompok remaja tersebut terlibat tawuran di sekitar Simpang Ketaping pada pukul 02.30 WIB.

“Korban yang berada di barisan paling depan dari geng Meksiko tertinggal dari rombongan lainnya saat akan kabur. Lawannya kemudian mengejar dan menjatuhkan korban, yang kemudian dikeroyok secara bersama-sama,” tutur dia.

Iptu Hendri mengatakan, setelah lawannya pergi, korban ditemukan dalam keadaan tergeletak dan segera dibawa ke RS Siti Rahmah oleh rekannya untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

“Polresta Padang telah mengamankan 5 orang remaja yang diduga terlibat dalam tawuran tersebut. Mereka saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Padang dan dapat dijerat tindakan pidana atas kepemilikan senjata tajam,” tegas dia.

Iptu Hendri menyatakan bahwa kedua kelompok remaja yang terlibat tawuran tersebut memang sudah dikenal di daerah tersebut dan sering melakukan aksi serupa. Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap dalang di balik tawuran tersebut dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Polresta Padang akan terus melakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk mengungkap kasus tawuran yang menyebabkan korban jiwa tersebut. Pihak kepolisian juga akan meningkatkan patroli di daerah-daerah rawan tawuran untuk mencegah aksi serupa terjadi di masa depan,” pungkasnya. (*)