METRO PESISIR

2 Rumah Warga Tidak Mampu Dibedah

0
×

2 Rumah Warga Tidak Mampu Dibedah

Sebarkan artikel ini
BEDAH RUMAH— Wali Kota Pariaman Yota Balad saat serahkan bantuan untuk warga yang rumahnya akan direhab.

PARIAMAN, METRO–Sebagai wujud perha­tian Pemerintah Kota Pa­riaman kepada masya­rakat kurang mampu yang mempunyai rumah tidak layak huni, kemarin, Walikota Pariaman terus menggalakan program bedah rumah yang merupakan salah satu program unggulan Balad Mulyadi untuk memberikan kenyamanan bertempat tinggal kepada warganya.

Kemarin,  secara sim­bolis Walikota Pariaman Yota Balad melakukan peletakan batu pertama untuk bedah rumah warga ku­rang mampu di dua tempat yang berlokasi di Kecamatan Pariaman Utara, melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pariaman dengan Program Bedah Rumah Berkah.

Peletakan batu pertama berlokasi di Desa Naras I rumah pasangan suami isteri Bapak Amrizal dan Ibu Siti Nurma dengan dua orang anaknya, kemudian lokasi kedua di Desa Cubadak Air Utara di rumah ibu Yosi Susvita yang me­rupakan orang tua tunggal dari dua orang anak.

Dalam sambutannya Yota Balad sampaikan bahwa, bantuan bedah rumah ini bertujuan untuk memberikan hunian yang layak dan sehat bagi keluarga-keluarga kurang mampu yang ada di Kota Pariaman, sebagai bentuk perhatian dan ikatan silaturahmi pemerintah Kota Pariaman kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan bedah rumah ini berasal dari zakat seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan Kota Pariaman yang dikelola oleh Baznas agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan masyarakat kurang mampu,” terang Yota Ba­lad.

“Walaupun bantuan be­dah rumah ini hanya sebesar Rp.20 Juta yang bisa kami berikan, kami juga harapkan bantuan swadaya dari Kepala Desa, Niniak Mamak, Tokoh Masyarakat, dan Warga setempat untuk bisa ikut berpartisipasi membantu kekurangan guna menyelesaikan rumah saudara kita agar layak untuk dihuni beserta keluarganya,” jelas Yota Balad.

Beliau juga berpesan kepada tuan rumah agar rumah yang dibedah tersebut sekurang-kurangnya bisa dibuatkan dua kamar, yang mana  peruntukannya satu kamar untuk orang tua dan satu kamar lagi untuk anak perempuan dan jika keluarga tersebut mempunyai anak lelaki, anak tersebut bisa tidur di ruang tamu atau ruang lainnya. “Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan karena saat ini banyak sekali terjadi tindakan asu­sila dan kekerasan dalam rumah tangga, maka kami anjurkan untuk tidak menggabungkan kamar tidur anak lelaki dan anak perempuan juga o­rang tua­nya,” ungkap Yota Balad.

“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan tujuan serta harapan kami bisa dipahami oleh keluarga, masyarakat dan tokoh a­gama/masyarakat setempat. Bantuan ini tidak hanya untuk dua kepala keluiarga ini saja tapi bantuan ini juga kami bagi-bagikan untuk masyarakat kurang mampu lainnya yang membutuhkan,” ulasnya. Hadir dalam kegiatan ter­sebut Camat Pariaman U­tara Ahadi Nugraha, Ketua Baznas Kota Pariaman Zalman Zaunit, Wakil Ketua IV Baznas Kota Pariaman Adek Oswandi, Kepala Desa Naras I, Kepala Desa Cubadak Air Utara, dan Tokoh Masyarakat setem­pat.(efa)