PDG.PARIAMAN, METRO– Setelah dilakukan perburuan, kernet bus pariwisata milik PO Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terbalik hingga menewaskan dua orang atlet karate asal Medan di gerbang keluar Tol Padang-Sicincin, Kapalo Hilalang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman, berhasil ditangkap.
Kernet yang diketahui berinisial K (38) diringkus Tim gabungan dari Polres Padangpariaman bersama Polsek Kotanopan di wilayah Kecamatan Kotanipan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra Utara, Kamis (11/9).
“Benar. Kernet sudah kami amankan tadi. Sekarang yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Setelah itu, kernet kita bawa ke Mapolres Padangpariaman untuk proses selanjutnya,” kata Kasat Lantas Polres Padangpariaman Iptu Rudi yang dihubungi wartawan.
Iptu Rudi menjelaskan, penangkapan kernet itu setelah pihaknya melakukan penyelidikan terkait keberadannya yang melarikan diri usai bus tersebut kecelakaan. Alhasil, kernet terdeteksi berada di wilayah Kotanopan sehingga dilakukan penangkapan bersama Polsek setempat.
“Saat ini kita masih memburu sopir bus yang melarikan diri usai kecelakaan. Dalam kasus ini, sopir yang bertanggung jawab atas semuanya. Kita mengharapkan sopir segera menyerahkan diri karena kemanapun kabur pasti akan kita temukan juga,” tutur dia.
Dapatkan Rekaman CCTV di Dalam Bus
Kapolres Padangpariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir mengatakan, pihaknya sudah memiliki bukti kuat yang bisa mengungkap penyebab kecelakaan dan menetapkan sopir yang saat ini masih diburu sebagai orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan maut ini.
“Kami telah mengamankan rekaman CCTV dari dalam bus. Seluruh perjalanan terekam, termasuk momen saat kecelakaan terjadi. Hasil rekaman ini, bisa kami katakan cukup mengerikan,” kata AKBP Faisol.
Dijelaskan AKBP Faisol, video berdurasi panjang yang diamankan dari dalam bus, memperlihatkan situasi sebelum kecelakaan dan sesudah kecelakaan. Terlihat jelas situasi yang mencekam di dalam bus ketika sopir mengalami kecelakaan.
“Penumpang bus terlihat terhimpit dan terlempar dari kursi mereka. Terekam jelas bagaimana para korban berada dalam kondisi panik dan tak bisa menyelamatkan diri dari kecelakaan tersebut,” tuturnya.
AKBP Faisol menegaskan, rekaman tersebut juga menjadi bukti utama untuk memburu pengemudi bus pariwisata ALS BK 7444 UA yang masih buron. Sementara itu, kernet bus telah ditangkap setelah sempat melarikan diri pasca-kecelakaan.
“Dengan bukti rekaman CCTV ini, kami yakin bisa mengungkap siapa yang benar-benar bertanggung jawab. Kami juga berharap pengemudi segera menyerahkan diri karena pelarian hanya akan memperberat keadaan. Kami masih mendalami keterlibatan kernet dan mengorek informasi mengenai kejadian sebenarnya,” tutupnya.
Diketahui rombongan atlet karate tersebut mengikuti pertandingan di Kota Padang namun saat keluar dari gerbang tol Padang-Sicincin, bus dengan nomor polisi BK 7444 UA itu hilang kendali kemudian menabrak pembatas jalan hingga terguling.
Mirisnya, pascakecelakaan tunggal yang merenggut dua nyawa itu, sopir dan kernet bus malah melarikan diri dari lokasi kejadian dan meninggalkan para penumpangnya begitu saja. Sedangkan seluruh korban kecelakaan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Padangpariaman. (*)






