METRO PADANG

Tinjau Pasar Payakumbuh Pascaterbakar, Andre Rosiade: Insya Allah 2026 Mulai Dibangun kembali

0
×

Tinjau Pasar Payakumbuh Pascaterbakar, Andre Rosiade: Insya Allah 2026 Mulai Dibangun kembali

Sebarkan artikel ini
PENINJAUAN PASAR PAYAKUMBUH— Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meninjau Pasar Payakumbuh pascaterbakar, Senin (8/9). Andre juga menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk membantu biaya hidup sementara para pedagang yang terdampak kebakaran.

PAYAKUMBUH, METRO–Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meninjau Pasar Payakumbuh pascaterbakar, Senin (8/9). Andre memastikan pembangunan kem­bali Pasar Payakumbuh ini dapat dimulai pada 2026 mendatang. Saat peninjauan itu, Andre juga menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk membantu biaya hidup sementara para pedagang yang terdampak kebakaran.

Andre mengatakan, kedatangannya ke Payakumbuh untuk me­mastikan pembangunan kem­bali Pasar Payakumbuh yang terbakar agar dapat dilakukan dengan cepat.

“Kami sebagai anggota DPR RI yang mewakili Sumbar, juga ada ibu Rezka Oktoberia, Staf Khusus Menteri ATR/BPN. Kami datang ke sini dalam rangka ingin membantu percepatan pem­­bangunan Pasar Paya­kum­buh. Alhamdulillah, pe­merintah Presiden Pra­bowo berkomitmen untuk membangun kembali Pa­sar Payakumbuh ini di ta­hun 2026,” ungkap Andre.

Selain Andre juga hadir Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, Staf Khu­sus Menteri ATR/BPN Rezka Oktoberia, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Anggota DPRD Sumbar Nurkhalis Dt Bijo Dirajo, Sekda Payakumbuh Ri­da Ananda, pejabat di Satker Prasarana Strategis Ke­menterian PU, dan lainnya.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini menyebutkan, kepastian untuk pembangunan kem­bali pasar Payakumbuh didapat setelah Andre bersama Wako Payakumbuh bertemu dengan jajaran Kementerian PU dan Menteri PU baru-baru ini.

“Saya sudah bertemu dengan buk Sekjen Kementerian PU dan Dirjen Prasarana Strategis. Saya dimin­ta buk Sekjen bertemu pak Menteri. Proposal yang disampaikan pak wali kota Payakumbuh sudah didisposisi Menteri PU. Insya Allah nanti setelah ini, pihak Satker Prasarana Stra­tegis Kementerian PU di Sumbar akan berkoordinasi dengan Pemko Payakumbuh untuk melihat desain rencana pembangu­nan pasar Payakumbuh ke depan,” terang ketua DPD Gerindra Sumbar.

Andre juga menjelaskan, kehadiran staf khusus Menteri ATR/BPN bersamanya, adalah untuk mem­bantu percepatan administrasi sertifikat pasar Payakumbuh yang kondisinya saat ini masih milik tanah ulayat. “Agar pasar ini dapat dibangun oleh pemerintah, maka sertifikatnya terlebih dahulu harus milik Pemko Payakumbuh. Ibu Rezka akan membantu proses percepatan administrasi sertifikat ini. Untuk intervensi pemerintah, tanahnya harus milik Pemko Payakumbuh terlebih dulu,” kata Andre.

Ia meminta dukungan dari masyarakat dan pedagang terhadap langkah Pemko Payakumbuh membantu relokasi para pedagang yang terdampak kebakaran.

“Percayalah, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan relokasinya terjamin. Bahkan Pemkab Li­ma­puluh Kota sudah me­nye­diakan lahan untuk dijadikan tempat relokasi. Kita di sini bersama-sama untuk melakukan percepatan pembangunan pasar dan juga membantu pedagang,” ujar Andre.

Andre juga memastikan Pem­­prov Sumbar akan mem­­bantu anggaran untuk re­lokasi pedagang melalui dana bantuan keuangan khu­­sus (BKK) provinsi Sum­­bar.

Wagub Sumbar Vasko Ru­seimy mengatakan, Pem­­prov Sumbar akan mem­­bantu relokasi pedagang korban Pasar Payakumbuh. Pemprov meng­ge­lontorkan anggaran se­besar Rp1 miliar untuk bantuan relokasi tersebut.

“Kita pasti akan ikut bantu, apalagi pak Andre sudah turun langsung. Insyaallah dari provinsi kita bantu BKK Rp1 miliar untuk relokasi pedagang,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Wagub juga menyerahkan bantuan hingga ratusan juga untuk membantu memenuhi biaya hidup sementara bagi pedagang yang terdampak kebakaran pasar Payakumbuh.

“Tadi pak Andre sudah bantu juga. Kita tambah Rp50 juta lagi dari Jamkrida dan Rp200 juta dari Baznas provinsi untuk bantuan bagi pedagang,” katanya.

Ia menegaskan, dengan sinergi dan kolaborasi semua pihak penanganan pascakebakaran Pasar Pa­ya­kumbuh akan berjalan dengan baik. “Ini gunanya hubungan baik antara pemerintah pusat, provinsi dan kota/kabupaten. Insyaallah ada buk Rezka dari BPN juga yang membantu supaya masyarakat semakin tersenyum dan semakn jaya ke depannya,” ujar Vasko.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengapresiasi perjuangan Andre Rosiade dalam membantu pembangunan kembali Pasar Payakumbuh yang terba­kar. “Saya tahu kalau pak Andre ini di pusat habis-habisan untuk membantu. Saya yakin kalau pak Andre yang melobi di pusat semua selesai,” katanya.

Ia berharap tidak ada lagi polemik yang muncul di tengah pedagang terkait kepastian pembangunan kembali Pasar Payakumbuh dan relokasi pedagang yang terdampak.

“Saya harapkan semua pedagang kita saling bahu membahu. Jangan ada lagi saling curiga. Saya berharap pedagang bisa terbantu, bisa menyambung hidupnya,” kata Zulmaeta.

Sekda Payakumbuh Ri­da Ananda mengatakan, dari kebakaran Pasar Payakumbuh ini sebanyak 552 pedagang terdampak. Ke­ru­gian ditaksir sebesar Rp116 miliar.

Saat ini katanya, Pemko Payakumbuh tengah memprioritaskan untuk merelokasi pedagang, agar pedagang bisa kembali berjualan untuk sementara waktu. “Ada 337 pedagang yang harus direlokasi. Dana sumbangan dari pihak lain rencananya akan dialokasikan untuk membantu relokasi pedagang, karena keterbatasan anggaran yang kita miliki,” sebutnya.

Wakil Ketua DPRD Sum­bar Evi Yandri Rajo Budiman, menegaskan pihaknya siap membantu Pemprov Sumbar terkait anggaran untuk relokasi para pedagang yang terdampak kebakaran Pasar payakumbuh yang dialo­ka­sikan dari dana BKK Pem­prov Sumbar.

Staf Khusus Menteri ATR/BPN Rezka Oktoberia menyampaikan apresiasinya kepada Andre Rosiade yang begitu bersemangat membantu mewujudkan aspirasi pedagang untuk membangun kembali Pa­sar Payakumbuh yang terbakar.

“Selaku anak Luhak Li­ma­puluh saya ucapkan terima kasih bang Andre,” ujar Rezka yang berasal dari Payakumbuh. (*)