PDG.PARIAMAN, METRO–Gudang karton ludes dilalap si jago merah di Jorong Kuamang, Nagari Kuamang Alai, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Senin (8/9) sekitar pukul sekitar pukul 13.02 WIB. Beruntung, musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun kebakaran itu sempat membuat warga setempat panik. Pasalnya, api dengan cepat membesar karena di dalam gudang berisi banyak karton yang sangat mudah terbakar. Bahkan, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang datang juga dibuat kewalahan.
Sebanyak dua regu Tim Damkar berjibaku memadamkan api yang membakar gudang tersebut. Setelah empat jam lebih berjibaku, api akhirnya bisa dijinakkan dan sepenuhnya padam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran, Handoko mengatakan, setelah mendapat laporan adanya kejadian kebakaran, pihaknya langsung mengerahkan dua regu untuk menangani kejadian ini.
“Berdasarkan pengakuan tetangga korban, sebelum terjadi kebakaran, sempat terdengar dari dalam gudang karton. Ssetelah di cek ternyata suara berasal dari korsleting dinamo pres karton yang ada di gudang itu,” kata Handoko, Senin (8/9).
Dijelaskan Handoko, setelah ledakan itu, api dengan cepat menjalar ke tumpukan karton yang ada di dekatnya sehingga api semakin membesar dan membakar gudang karton tersebut.
“Pemilik gudang tersebut adalah Mabrur Hidayat (33) yang mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta. Dugaan sementara penyebab kebakaran ini adalah akibat korsleting listrik,” jelas Handoko.
Pada kesempatan itu, Bupati Pasaman Barat Yulianto yang kebetulan lewat juga singgah melihat kejadian tersebut. Bupati melihat langsung tim pemadam kebakaran bersama dengan warga tengah berjibaku dalam memadamkan api agar tidak menjalar ke rumah tetangga yang ada di sekitarnya.
Bupati ketika itu juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana kebakaran yang kerap sering terjadi.
Kemudian, Yulianto juga menyebut akan melakukan evaluasi dan kajian ulang terhadap efektifitas kerja dari Pemadam Kebakaran.
“Keberadaan dan jarak tempuh mobil Pemadam kebakaran dari kantor ke daerah-daerah masih tergolong jauh, sehingga kedepan hal ini perlu menjadi atensi,” tutupnya. (*)






