AGAM, METRO–Ketua Komisi V DPRD Sumatera Barat, Lazuardi Erman menjalankan program Orang Tua Asuh Gerakan Cegah Stunting (OTA Genting) di Kabupaten Agam. Hebatnya, program yang sudah berjalan selama tiga tahun belakangan ini, menggunakan pendanaan pribadi.
“Melalui program OTA Genting ini saya membantu pemenuhan gizi bagi balita dan orang tua. Baru-baru ini, kami menyalurkan bantuan berupa susu dan beras kepada masyarakat di Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung,” kata Lazuardi Erman, Senin (8/9).
Lazuardi menegaskan, sebagai anggota DPRD Sumbar dari daerah pemilihan (Dapil) Agam, dirinya siap berkolaborasi lintas sektor dalam upaya penanganan stunting. Menurutnya, masalah ini tidak bisa diatasi sendiri-sendiri, melainkan harus menjadi kerja bersama. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Agam yang serius dalam menangani persoalan stunting.
“Secara umum, penanganan stunting memang menjadi fokus saya. Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Agam, saya merasa berkewajiban memperjuangkannya,” tegasnya.
Dalam tiga tahun terakhir, Lazuardi menginisiasi sejumlah program pemenuhan gizi melalui Dinas Pangan Sumbar, serta penguatan peran orang tua lewat program yang dijalankan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Untuk diketahui Data Stunting di Agam Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Agam sempat naik dari 19,1% pada 2021 menjadi 24,6% pada awal 2022.
Namun, data Electronic-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) menunjukkan tren penurunan, yakni 10,91 persen (2020), 8,09 persen (2021), dan 6,06 persen (2022). Sementara itu, angka stunting Agam pada 2023 tercatat 6,966 persen menurut data nasional E-PPGBM.
“Dengan OTA Genting, saya berharap penanganan stunting di Kabupaten Agam dapat lebih maksimal sehingga melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan,” tutupnya. (rgr)





