BERITA UTAMA

Pulang Merantau dari Jakarta, Pemuda 22 Tahun Tewas Gantung Diri dalam Rumah

1
×

Pulang Merantau dari Jakarta, Pemuda 22 Tahun Tewas Gantung Diri dalam Rumah

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI-Gantung diri.

SOLOK, METRO-Warga Jorong Tangah Padang, Nagari Jawi-jawi, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, di­hebohkan de­ngan pe­ne­mu­an­ ma­yat pemuda yang tergantung di dalam ru­mah­nya, Se­lasa (2/9).

Mayat itu diketahui be­rinisial AT (22) yang bekerja sebagai bu­ruh tani di Jo­rong Tangah Padang. Dari keterangan keluarga, korban baru kembali dari Jakarta sekitar satu bulan lalu setelah sebelumnya merantau di sana.

Penemuan mayat tergantung itu kemudian dilaporkan ke Polsek Gunung Talang. Tak berselang lama, Tim Inafis Polres Solok bersama personel Polsek tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah kor­ban.

Kapolsek Gunung Talang, AKP Edi Surya me­nyebutkan AT pertama kali ditemukan oleh kakaknya Wati yang bermaksud mem­bangunkan AT untuk pergi bekerja karena hari telah siang. Saat dipanggil tidak ada jawaban dariuAT yang membuat kakanya curiga.

“Karena tidak ada jawaban, Wati memanggil ka­kak lainnya Mela yang tinggal tidak jauh dari rumah korban ditemukan meninggal dunia. Saat pintu dibuka oleh Mela, korban ditemukan tewas tergantung menggunakan tali hitam yang diikatkan ke kayu rangka atap rumah,” kata AKP Edi kepada wartawan.

Ditambahkan AKP Edi, di dekat korban tergantung, ditemukan sebuah kursi kayu warna coklat yang diduga digunakan untuk pijakan. Kepada Polisi, Mela menyebutkan ti­dak ada masalah sebelum korban ditemukan meninggal dunia yang dikeluhkan oleh AT yang sehari-hari bekerja serabutan.

“Setelah menerima laporan ini langsung melakukan koordinasi dengan Polres Solok untuk melakukan identifikasi dan evakuasi AT. Setelah dilakukan vi­sum jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga,” ungkap AKP Edi.

Dijelaskan AKP Edi, untuk mengungkap penye­bab pasti kematian korban, harus dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Hanya saja, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan ikhlas menerima kematian korban karena gantung diri.

“Dari hasil pemeriksaan pada tubuh korban, memang tidak ditemukan tanda-tanda luka aniaya pada tubuhnya. Keluaga juga membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi. Sehingga disimpulkan kematian korban karena gantung diri,” tutup dia. (*)