PADANG, METRO–Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatra Barat (Sumbar), Fauzi Bahar mengimbau seluruh masyarakat Sumbar untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang saat ini.
Menurutnya, negara telah menjamin hak setiap warga untuk menyampaikan pendapat. Namun, kebebasan tersebut harus disalurkan sesuai aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
“Marilah kita ikuti aturan yang berlaku, jangan mudah terprovokasi dari isu-isu yang berkembang saat ini,” ujar Fauzi Bahar.
Ia menekankan, demokrasi harus dijalankan dengan cara yang beradab dan damai. Penyampaian aspirasi di negara demokrasi juga dijamin oleh pemerintah, baik melalui aksi damai, demonstrasi, bahkan panggung rakyat atau sebagainya. Malah jika penyampaian aspirasi sudah dilarang, ia menilai ada yang salah dalam negara demokrasi.
“Mari kita hidup damai, mari kita berdemokrasi dengan cara yang telah ditentukan. Dan mari bersama-sama kita jaga Sumbar, Ranah Minang tercinta, tetap dalam suasana yang aman, damai, dan harmonis. Kalau tidak boleh menyampaikan aspirasi, kami niniak mamak pun akan berdiri paling depan untuk memastikan semua keluh kesah masyarakat sampai ke pemerintah,” ujarnya.
Untuk itu, Fauzi Bahar mengingatkan anak kamanakan di perantauan agar tidak ikut terprovokasi dalam menyampaikan aspirasi hingga terjerumus pada aksi anarkis. Ia pun berharap penyampaian aspirasi harus tetap pada substansi-nya, tidak tersulut atau terprovokasi hingga melakukan perusakan bahkan penjarahan.
“Tindakan anarkis seperti itu nantinya hanya akan merugikan masyarakat sendiri, mengingat sejumlah fasilitas yang rusak berasal dari uang rakyat dan akan diperbaiki melalui uang rakyat. Selain itu, gerakkan yang tidak subtantif juga akan berujung pada adu fisik antara anak dan kemanakan itu sendiri. Kalau gerakkan berujung chaos, yang akan bergesakkan itu antara kita dan kita saja. Polisi itu orang sini, terkadang mereka saudara atau mamak kamanakan kita juga,” tuturnya.
Fauzi Bahar berharap gerakkan yang fokus pada tujuan awal pasti akan berjalan sesuai koridor, sehingga tidak ada yang dirugikan. Melihat situasi yang terjadi saat ini, ia memintapemerintah harus segera hadir menanggapi tuntutan masyarakat.
“Kalau dibiarkan dan terus meruncing kejadian 1998 bisa terulang. Kalau sudah terulang negara bisa kolabs, masyarakat mencari nafkah tidak bisa, beribadah juga terganggu. Saya berdoa semoga seluruh anak kamanakan kami dijauhkan dari segala hal buruk dalam kondisi seperti ini. Saya sangat yakin bahwa orang minang tidak akan mudah terpancing dan akan tetap berpikir jernih dalam setiap melakukan tindakkan,” tutupnya. (*)





