BERITA UTAMA

Tegas! Komunitas Ojol Padang Tolak Aksi Anarkis, “Kami Cari Rezeki, Bukan Cari Ribut”

0
×

Tegas! Komunitas Ojol Padang Tolak Aksi Anarkis, “Kami Cari Rezeki, Bukan Cari Ribut”

Sebarkan artikel ini
PERNYATAAN SIKAP— Komunitas Ojol Kota Padang menyatakan sikap untuk tidak mengikuti demo yang anarkis dan memilih untuk tetap bekerja mencari nafkah.

PADANG, METRO–Dari Kota Padang, suara sejuk mengalir deras. Komunitas Ojek Online (Ojol) Kota Padang mene­gaskan sikap mereka, menolak segala bentuk unjuk rasa yang berujung anarkis, dan memilih jalan damai demi menjaga suasana kondusif di Ranah Minang dan Indonesia, pada Ming­gu (31/8).

Pernyataan itu disam­pai­kan saat pertemuan komunitas di Warung Mas Bagus 2, Jalan Tapi Pasang kawasan Simpang Kinol, Padang, Minggu siang. Ha­dir sejumlah pengemudi seperti Alfian, Al Karia, Dayat, Moncos, Boni, Cho­ki, Andri, Fery, Robi, dan Adek. Pertemuan turut di­pantau oleh jajaran Intel­kam Polda Sumbar Divisi 2, di antaranya Ari dan Anton.

“Kami cari rezeki, bu­kan cari ribut” tegas salah satu anggota komunitas.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, komunitas ojol Padang menegaskan bahwa profesi mereka mur­­ni untuk mencari naf­kah halal, bukan untuk menjadi bagian dari gera­kan massa yang bisa me­ru­gikan banyak pihak.

“Kami di sini bekerja untuk keluarga. Tidak ada alasan bagi kami ikut demo yang anarkis. Silakan orang berdemo, itu hak, tapi ha­rus sesuai hukum. Komu­nitas Ojol Padang tidak bertanggung jawab atas demo hari ini ataupun be­sok. Itu bukan jalan kami,” ujar salah seorang anggota yang hadir.

Pernyataan ini mene­gaskan bahwa isu yang beredar di media sosial mengenai ribuan ojol akan turun ke jalan hanyalah kabar yang tidak benar. Bagi mereka, bekerja de­ngan tenang jauh lebih penting ketimbang terseret provokasi.

Jangan Ada Affan Berikutnya

Suasana pertemuan men­jadi haru saat membi­carakan wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang menjadi korban insi­den kendaraan taktis (ran­tis) Brimob di Jakarta, Ka­mis (28/8).

“Kami tidak ingin ada korban lagi. Jangan sampai ada ‘Affan’ berikutnya di Padang atau Sumbar. Sila­kan menyampaikan pen­da­pat, tapi jangan dengan cara anarkis. Itu bukan demokrasi, itu hanya me­nyakiti sesama,” ucap sa­lah satu tokoh komunitas dengan suara tegas.

Ucapan itu langsung disambut anggukan bulat para anggota. Mereka se­pa­kat bahwa demokrasi harus dijalankan dengan martabat, tanpa kekerasan dan tanpa membuat orang lain menderita.

Polisi Apresiasi

Sikap Ojol

Pernyataan komunitas ojol tersebut juga menda­pat apresiasi dari pihak kepo­lisian. Ari, dari Intel­kam Polda Sumbar Divisi 2, me­nyebut langkah komu­nitas ojol sebagai contoh kede­wasaan berdemok­rasi.

“Kami sangat meng­hargai sikap teman-teman ojol. Negara menjamin kebebasan berpendapat, tetapi tentu ada aturan. Dengan sikap damai seper­ti ini, suasana aman dan kondusif di Sumbar bisa terus terjaga,” kata Ari.

Anton, perwakilan Intel­kam lainnya, menam­bah­kan bahwa kepolisian hadir untuk memastikan aspirasi tetap bisa disampaikan secara tertib dan aman. “Mari sama-sama kita jaga Ranah Minang agar tetap adem, jangan mau diadu domba oleh isu-isu liar,” tegasnya.

Pesan Sejuk dari Ranah Minang untuk Nusantara

Sikap yang diambil Ko­munitas Ojol Kota Padang dinilai bukan hanya untuk kepentingan lokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi komunitas ojol di seluruh Indonesia.

“Kami ingin Sumbar tetap aman dan harmonis. Kalau kota ribut, kami yang susah mencari rezeki. Ka­mi ajak semua pihak untuk menjaga kedamaian, bu­kan hanya untuk Padang, tapi juga untuk Indonesia,” ujar salah seorang ang­gota.

Pertemuan sederhana di Warung Mas Bagus 2 itu akhirnya melahirkan se­buah makna besar: dari sebuah meja kecil di Sim­pang Kinol, komunitas ojol Padang menyampaikan pesan nasional—ojol ada­lah pencari nafkah, bukan pembuat gaduh. (*)