BERITA UTAMA

Tiga Kasus Pembunuhan Sadis Tewaskan 6 Orang, Kapolda Irjen Gatot: Kami Tidak Mentolerir Kejahatan yang Merenggut Nyawa

0
×

Tiga Kasus Pembunuhan Sadis Tewaskan 6 Orang, Kapolda Irjen Gatot: Kami Tidak Mentolerir Kejahatan yang Merenggut Nyawa

Sebarkan artikel ini
PERLIHATKAN BB— Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta saat konfrensi pers tiga kasus pembunuhan yang terjadi di Padangpariaman, Kota Padang dan Solok Selatan.

PADANG, METRO–Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menegaskan pihaknya tidak akan mentolelir maupun tidak akan memberi ruang kepada pelaku kejahatan yang merenggut nyawa orang lain. Apalagi dilakukan secara  secara keji, kejam dan tidak berpri­ke­manusiaan.

Penyataan tegas ini di­ung­kap Irjen Pol Gatot saat konferensi pers tiga kasus pembunuhan yang sempat menjaýdi sorotan publik di Sumbar. Salah satunya, kasus mutilasi yang terjadi di Kabupaten Padang­pa­riaman yang telah mene­waskan tiga orang perem­puan muda.

“Hari ini kami m­e­nyam­paikan perkem­ba­ngan tiga kasus yang me­nonjol, yakni di Polres Pa­dangpariaman, Polres So­lok Selatan dan Polresta Padang. Dari ketiga kasus pembunuhan ini pro­gres­nya masih menunggu pe­tunjuk dari Jaksa Penuntut Umum (JPU),” kata Irjen Pol Gatot, Selasa (26/8).

Baca Juga  Insiden Citilink, Angkasa Pura Dinilai Lalai

Dijelaskan Irjen Pol Gatot, untuk kasus pem­bunuhan berencana diser­tai mutilasi yang ditangani Polres Padangpariaman, penanganan perkara sam­pai saat ini masih proses pengiriman berkas acara pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Padang­pariaman.

“Begitu juga dengan kasus pembunuhan di So­lok Selatan yang menghi­langkan nyawa dua wanita serta di Polresta Padang seorang ibu dengan tega membunuh anaknya sen­diri dengan dugaan hasil hubungan gelap. Ketiga kasus yang menjadi soro­tan publik ini masih be­rproses pengiriman berkas ke JPU,” tutur dia.

Irjen Pol Gatot me­nga­takan, terkait kasus aborsi yang menghilangkan nya­wa bayi, dua orang sudah dite­tapkan sebagai te­r­sangka. Se­dangkan kasus mutilasi dan pembunuhan berenca­na di Padang­paria­man satu orang tersangka. Kasus pem­­bunuhan di So­lok Sela­tan juga satu orang tersangka.

Baca Juga  Berpusat di Monumen PDRI, Bupati Safaruddin jadi Irup Peringatan HBN ke-75

“Kami sengaja meng­hadirkan para pelaku beri­kut barang bukti saat kon­ferensi pers untuk mem­buktikan bahwa polri khu­susnya Polda Sumbar me­la­kukan proses penyidikan secara transparan dan profesional. Ini bukti bah­wa polri hadir di masya­rakat,” tuturnya.

Ditegaskan Irjen Pol Gatot, Polri khususnya Polda sumbar tidak akan mentolerir kejahatan me­renggut nyawa apalagi dilakukan dengan keji dan tidak berprikemanusiaan. Pihaknya tidak akan mem­beri ruang bagi pelaku kejahatan, siapapun pe­laku­nya, yang men­ghi­langkan nyawa seseorang.

“Apapun motifnya akan kami kejar dan kami ungkap secara transparan. Kami berdiri sebagai garda ter­de­pan untuk memberikan rasa aman kepada masya­rakat dan menegakkan hu­kum setegak-tegaknya. Ka­mi komit memberikan kea­dilan baik untuk korban maupun pelaku. Kami me­nga­jak ma­syarakat untuk memper­cayakan proses hukumnya,” pungkasnya. (rgr)