BERITA UTAMA

Tragis! Karyawan Mie Gacoan Tewas Terlindas Truk, Diduga Terjatuh Gegara Ban Motor Selip, Sopir Menyerahkan Diri ke Kantor Polisi

2
×

Tragis! Karyawan Mie Gacoan Tewas Terlindas Truk, Diduga Terjatuh Gegara Ban Motor Selip, Sopir Menyerahkan Diri ke Kantor Polisi

Sebarkan artikel ini
TERLINDAS TRUK— Pengendara sepeda motor tewas terlindas truk di Jalan Soekarno–Hatta, Kelurahan Manggis Ganting, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO–Kecelakaan maut yang menimbul­kan jatuhnya korban jiwa kembali terjadi di Kota Bukittinggi. Kali ini, nasib tragis itu dialami salah satu karyawan Mie Gacoan saat mengendarai sepeda motor di Jalan Soekarno–Hatta, Kelura­han Manggis Ganting, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.

Karyawan Mie Gacoan bernama Dito Kurniawan (21) yang merupakan war­ga Nagari Tigo Koto Si­lungkang, Kecamatan Pa­lembayan, Kabupaten Agam ini tewas tergilas truk. Diduga, jatuhnya kor­ban dari sepeda motor dipicu ban motornya yang selip saat hendak menda­hului truk tersebut.

Korban Dito pun tewas di lokasi kejadian dengan kondisi kepala pecah. Bah­kan, darah segar bercece­ran di aspal. Warga sekitra kemudian melaporkan ke­jadian itu ke Satlantas Polresta Bukittinggi. Tidak lama setelahnya, Polantas datang untuk melakukan olah TKP dan mengeva­kuasi jenazah korban ke rumah sakit.

Polisi juga mengaman­kan truk yang melindas kepalakorban sebagai ba­rang bukti. Sedangkan so­pir sempat dikiria melari­kan diri. Namun ternyata sopir yang takut dihakimi massa yang ramai di loka­si, mendatangi Kantor Poli­si untuk menyerahkan diri.

Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, AKP Muham­mad Irsyad mengatakan, kecelakaan maut sepeda motor dengan truk ini ter­jadi di Jalan Soekarno–Hatta pada Minggu (25/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden nahas ini mene­waskan pengendara sepe­da motor.

“Kecelakaan bermula ketika sepeda motor yang dikendarai Dito Kurniawan datang dari arah Payakum­buh menuju Bukittinggi. Sesampainya di TKP, pe­ngendara sepeda motor hendak mendahului truk BA 8608 SN yang dikemudikan oleh Yudi Saputra,” kata AKP Irsyad, Senin (25/8).

Dijelaskan AKP Irsyad, pada saat mendahului ter­sebut, sepeda motor selip atau oleng dan terjatuh ke kiri. Setelah terjatuh, lalu ma­suk ke kolong truk se­belah kanan dan terlindas ban belakang sebelah kanan.

“Akibat dari kejadian  tersebut pengendara sepe­da motor dengan nopol BM 5526 JN menderita penda­rahan di kepala, luka robek di kepala dan mengeluar­kan darah dari telinga se­be­lah kanan. Kotban sem­pat dibawa ke RSUD Bukit­tinggi, setelah menda­pat­kan perawatan di sana, na­mun nyawa Dito Kurnia­wan tidak tertolong. Se­dangkan sopir truk sem­pat mengamankan diri, namun setelah beberapa saat su­dah dibawa ke Pol­resta Bukittinggi,” tuturnya.

Terkait markanya kece­la­kaan maut yang terjadi di Kota Bukittinggi, AKP Ir­syad meminta masyarakat untuk meningkatkan ke­waspadaan berkendara.

“Kami tegaskan kem­bali imbauan kepada selu­ruh masyarakat untuk ke­waspadaan berkendara. Untuk orangtua diminta mendisiplinkan anak-anak­nya,” kata AKP Irsyad.

Ia mengungkap tiga kecelakaan berujung kor­ban meninggal dunia itu terjadi berurutan pada Ju­mat, Sabtu dan Minggu di lokasi berbeda.

“Laka pertama di da­erah Gurun Panjang de­ngan korban pelajar, laka kedua di Pasar Lasi dengan korban pejalan kaki dengan pengendara juga pelajar, terakhir pemotor usia 21 tahun di Jalan Sukarno Hatta,” ujar AKP Irsyad.

AKP Irsyad menyebut, angka keterlibatan kece­lakaan di wilayah hukum Polresta Bukittinggi masih didominasi oleh kalangan anak muda. Untuk mengu­rangi kejadian kecelakaan berlalu lintas dikalangan anak muda, pihaknya telah secara gencar melakukan kampanye peningkatan kesadaran masyarakat un­tuk menjaga keselamatan dalam berkendara.

“Program peningkatan kepatuhan pembayaran kewajiban pemilik kenda­raan bermotor. Kami juga bekerja sama dengan pi­hak kampus dan sekolah untuk sosialisasi kesela­matan berkendara. Kami berharap partisipasi aktif seluruh pihak untuk anti­sipasi kecelakaan maupun mengurangi fatalitas kece­lakaan,” tegaasnya.

Kasubnit Gakkum Laka Satlantas Polresta Bukit­tinggi, Ipda Romi Edward menambahkan secara ke­seluruhan di Agustus 2025 terjadi 20 kasus laka lantas.

“Dalam seminggu ter­akhir ada lima kasus de­ngan tiga antaranya beru­rutan. Pengemudi laka ter­akhir identitasnya sudah dida­patkan, kami minta segera lapor ke Polresta Bukitting­gi,” pungkasnya. (*)