SOLOK, METRO–Mendorong warga gemar membaca, menulis dan berpikir kritis dan mampu bersaing di tengah tantangan global terus diupayakan Pemko Solok. Bahkan di Kota Solok, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengolahnya dan menggunakannya untuk kemaslahatan.
Dalam konteks literasi keluarga dan sosial, kemampuan ini harus diperkuat sejak dini melalui metode yang menyenangkan dan interaktif. Salah satunya membaca nyaring (read aloud).
Untuk itu melalui kegiatan bimbingan teknis membaca nyaring diharapkan bukan sekedar melatih teknik membaca, tetapi juga mengajarkan cara membangun interaksi emosional, membangkitkan imajinasi dan menanamkan kecintaan pada buku sejak usia dini.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok Asrinur, berharap peserta Bimtek dapat mengaplikasikan keterampilan membaca nyaring di sekolah, di perpustakaan maupun di rumah.
Tujuan dari kegiatan bimbingan teknis membaca nyaring lanjutnya, guna mengenalkan kegiatan membaca di keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat.
Melalui kegiatan membaca nyaring bagi guru, pustakawan , pengiat literasi dan orangtua serta menumbuhkan minat baca dan literasi anak sesuai dengan usianya.
“Tentunya dimulai dari keluarga sebagai bagian dari literasi keluarga dan menjadikan kegiatan membaca nyaring sebagai salah satu kegiatan utama pada program perpustakaan untuk menumbuhkan minat baca.
Bimtek membacanya nyaring ini diikuti oleh 150 peserta dari unsur guru, pengelola Plperpustakaan, Plpenggiat literasi dan orangtua,” jelas Asrinur.
Dikatakan, bahwa kegiatan ini dibagi dalam tiga tahapan dengan menghadirkan narasumber dan moderator berasal dari Komunitas Sumbar Membaca Nyaring.
“Dengan materi dan metode pembelajaran dasar membaca nyaring, pentingnya membaca nyaring, komponen membaca nyaring hingga pemilihan buku serta teknik membaca nyaring di perpustakaan dan pemodelan (contoh) membaca Nyaring” ujar Ketua Panitia saat membacakan Laporannya. (vko)






