PAYAKUMBUH/50 KOTA

UAH Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Mira Institute

0
×

UAH Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Mira Institute

Sebarkan artikel ini
PELETAKAN BATU PERTAMA—Ustadz Adi Hidayat (UAH) saat meletakkan batu pertama pembangunan ponpes Mira Institut di Jorong Gantiang, Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO  –Ustad Hadi Hidayat (UAH) didampingi Rektor Universitas Tripoli Libya, Mesir, Prof. Abubakar, Walinagari Harau, Bhabinkamtibmas dan Bha­binsa serta sejumlah tokoh masyarakat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Mira Institute di Jorong Gantiang, Nagari Harau, Kecamatan Ha­rau, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (24/8).

Ustad Hadi Hidayat yang juga pembina Pesantren Quan­tum Akhyar Institut me­nyebutkan bahwa Pesantren yang akan dibangun di Kabupaten Limapuluh Kota bukan merupakan pesantren umum, namun disiapkan khusus untuk mencetak/melahirkan ulama Qur’an Hadist dan Figih. “Untuk tahun ini ada 3 Pesantren yang sama kita bangun di 3 Provinsi di Pulau Sumatera. Yakni di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan,” ucap Ustad. UAH.

Lebih jauh ia menjelaskan, di Pesantren Mira Institute, nanti santri atau peserta didik juga akan belajar tata kelola adat dan kearifan lokal dari masyarakat. Sementara terkait santri didominasi dari Sumbar. “75 persen nantinya berasal dari berbagai daerah di Sumbar. Kita fokus Cetak Ulama. Dengan adanya pesantren ini di Sumatera Ba­rat, harapannya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar. Santri bisa beradaptasi dengan kearifan lokal.

Bangunan Pesantren nan­tinya akan berbentuk rumah gadang, Supaya generasi Sumbar dapat mengenal dan mengetahui ulama-ulama yang berasal dari Sumbar,” harapnya.

Sementara untuk peserta didik, nantinya tingkat Tsanawiyah, Aliyah dan diberikan beasiswa hingga bangku Kuliah di Libya Mesir.

Wali Nagari Harau, Sukri Andi saat memberikan sambutan menyampaikan bahwa masyarakat Jorong Gantiang tempat Pesantren akan didirikan, sangat mengapresiasi dan menyebutkan kehormatan atas kedatangan Ustad Hadi Hidayat.

“Suatu kehormatan untuk kami bisa bertemu langsung dengan ustad Adi Hidayat, besar doa dan harapan ma­syarakt ketika ustad datang ke Lembah Harau, tentu keberkahan bagi kami. Tujuan dan niat Ustad bisa tercapai hen­daknya. Pemerintah Nagari berharap kita bisa saling bersinergi, yayasan yang akan membangun pastikan dulu perizinannya,” ucapnya.

Walinagari juga berharap agar sebelum pembangunan untuk memastikan perizinannya sesuai dengan peruntukkan  Undang-undang, agar kedepannya tidak ada ma­salah. Mohon doanya, harau terhindar dari bencana. Apalagi sekarang musim kemarau karena harau identik de­ngan air terjun dengan kehadiran ust bawa berkah.

Rektor Tripoli Libya, Profesor. Abu Bakar mengapresiasi banyak pihak yang hadir dalam Peletakan Batu Pertama tersebut. “Terimakasih sudah hadir, mudahan pertemuan ini datangkan kebaikan untuk Harau dan untuk Indonesia. Semoga banyak umat/orang islam yang dapat manfaat dari pesantren untuk ulama ini,” ucapnya setelah diterjemahkan UAH.

Profesor Abu Bakar juga mengaku kagum melihat pemandangan di kawasan Harau. “Saya kagum dengan Harau dan kawasan sekitar. Betapa nikmat ada gunung, air. Semoga pikiran lebih terbuka kondusif saat belajar dan melahirkan ide baru. Semoga nantinya hasilkan ulama yang baik untuk Indonesia. Ulama bisa berkontribusi baik ke depannya, membantu de­ngan doa jadi pengiat untuk tempat dan keberkahan,” tu­tupnya. (uus)