PESSEL METRO–Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu daerah di Sumatra Barat (Sumbar) mini marketnya bencana, seperti banjir, tanah longsor, pergeseran tanah, gempa bumi dan stunami. Geografis wilayah ini menjadi indikator penting dalam melaksanakan kegiatan program Rumah Tahan Gempa ( RTG), rusak berat.
Program Rumah Tahan Gempa ( RTG), pemerintah pusat melalui BNPB pusat diperuntukan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Pesisir Selatan. Ada sebanyak 241 Unit RPG akan dibangun di Kabupaten Pesisir Selatan.
Kondisi bangunan RTG dilaksanakan di Kecamatan Sutera, tepatnya di Batu Bala, Langgai dan Pasir Nan Panjang, Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi pertanyaan masyarakat penerima bantuan. Pembangunannya dikerjakan perusahaan asal Palu, PT Hasa Gemilang Abadi.
Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu daerah di Sumatera Barat, mendapatkan program Rumah Tahan Gempa ( RTG). Program ini tentunya mampu membantu meringankan beban masyarakat Pesisir Selatan, terdampak bencana. Dan, bisa ditempati dengan layak, nyaman dan aman.
Informasi dari sumber POSMETRO di lokasi, satu unit rumah RTG menelan anggaran Rp.60 juta, tipe bangunan RTG 3.6. Dengan fasilitas jumlah kamar dua buah .
Menurut salah seorang warga Batu Bala, Kecamatan Sutera, mengaku bernama Ujang menyampaikan keluh kesah atas bangunan rumah tahan gempa yang berada di wilayahnya.
Menurutnya, bangunan rumah tahan gempa dari BNPB dikerjakan oleh pihak rekanan di tempatnya kondisinya tidak mencerminkan rumah tahan gempa.
“ Kalau manuruik awak, memang, indak sesuai dengan kondisi geografis daerah awak doh ni,” katanya.
Hal sama juga diungkapkan warga lainya tidak ingin disebutkan namanya ini, program Rumah Tahan Gempa ( RTG), pemerintah pusat melalui BNPB pusat ini cukup membantu masyarakat.
Menurutnya, rumah yang di terima kondisi dan kualitas bangunan tidak sama dengan rumah bantuan yang rusak berat di kabupaten lain di sumbar, sedangkan pagu anggarannya dari pusat sama 60 juta. Tapi,kami di pessel menerima rumah seperti pondok layang2 yg tanpa acian, seperti rumah tidak jadi. Sambungnya. “ Banyak kejanggalan di dlm pembangunan rumah yg rusak berat. Jadi masyarakat udah korban dan di jadikan korban lagi.
Sampai sekarang yang seharusnya sudah menikmati rumah bantuan. Tapi masi belum juga. Udah hampir memasuki 2 th. Pasca galodo menimpa Pessel,” kata Nya.
Lebih jauh informasi didapat perusahaan pemenang kegiatan RTG di Kabupaten Pesisir Selatan baru mendapatkan rekom tanggal 10 bulan 7 kemarin. Sedangkan, Pemda Pessel baru melakukan peletakan batu pertama tiga bulan yang lalu.(rio)






