METRO PADANG

Perkuat Komitmen Sanitasi Aman Lewat Program SIIP

0
×

Perkuat Komitmen Sanitasi Aman Lewat Program SIIP

Sebarkan artikel ini
FGD SIIP— Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menghadiri Focus Group Discussion (FGD) terkait Sanitation Infrastructure and Institutional Support Program (SIIP) yang digelar di Padang, Kamis (21/8).

PADANG, METRO–Wakil Wali Kota Padang, Mai­gus Nasir menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam mewujudkan layanan sani­tasi aman melalui tata kelola yang baik.

Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait Sanitation Infrastructure and Institutional Support Program (SIIP) yang digelar di Padang, Kamis (21/8).

Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya PIU-SIIP Kota Padang dan tim ISC-SIIP. “Sanitasi merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang sehat, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program SIIP merupakan hasil nota kesepakatan antara Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Pem­ko Padang. Program ini berlangsung sejak 2024 hingga Januari 2026, dengan Padang ditetapkan sebagai salah satu dari lima kota percontohan di Indonesia.

Baca Juga  Tim Pengendalian Inflasi Gelar Pasar Murah

Melalui forum FGD ini, Pemko Padang berharap tercapai kesepakatan terkait tiga hal utama, yakni rencana pengembangan kapasitas dan kelemba­gaan, rencana investasi infrastruktur sanitasi termasuk optimalisasi maupun pembangunan baru, serta identifikasi potensi kemitraan dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami berharap melalui diskusi ini, lahir dokumen perencanaan penge­lo­laan air limbah domestik yang implementatif dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kota Pa­dang,” terang Buya Maigus Nasir.

Dalam kesempatan sa­ma, perwakilan Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT), Lutz Klee­­berg, menekankan pen­­­tingnya kebijakan bersama serta dukungan dari Pemko Padang untuk me­ngem­bangkan sektor sanitasi.

“Komitmen itu diperlukan untuk menginisiasi perubahan dan proses transisi terhadap kebiasaan, kesadaran, serta kepentingan bersama. Marilah kita mempersiapkan ekosis­tem yang mendukung agar infrastruktur yang ada maupun yang akan dibangun dapat dimanfaatkan untuk memperluas layanan kepada masyarakat Kota Padang,” katanya.

Baca Juga  Pedestrian Khatib Disuguhi Lukisan 3D, “Sudah Indah, Warga Diminta Ikut Menjaga”

Sementara itu, Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, diwakili Marsaulina Pa­saribu menegaskan bah­wa target nasional sanitasi aman ditetapkan sebesar 30 persen pada tahun 2029. Angka ini disebut cukup ambisius mengingat capaian nasional saat ini baru mencapai 10,25 persen.

“Untuk mencapainya diperlukan kolaborasi yang responsif terhadap isu serta berbasis pada kebutuhan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, FGD ini merupakan rangkaian penting dalam mendukung perencanaan bidang sanitasi dengan fokus pada aspek tata kelola. (*)