PADANG, METRO–Dalam memperingatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di SMPN 4 Padang bersama alumni menggelar upacara bendera bersama Ikatan Alumni SMPN 4 Padang (IKASEMPAT), dan berbagai macam – macam lomba seperti lomba kebersihan kelas, lomba pidato, vokal group, lomba kain bola sarung, lomba estapet kain sarung, lomba estafet balon.
Sementara itu upacara yang diikuti oleh Majelis Guru/Karyawan TU Alumni dan siswa, pada hari Minggu (17/8) di SMPN 4 Padang.
Kepala Sekolah SMPN 4 Padang, Rohabdi Rusdan, S.Pd mengatakan arahan dari Wali Kota Padang Fadly Amran untuk melaksanakan upacara dan perayaan kemerdekaan 17 Agustus di setiap sekolah. “Untuk SMP Negeri 4 Padang dilakukan bersama alumni IKASEMPAT, majelis guru, karyawan TU dan siswa,: ungkap Rohabdi Rusdan.
Pada kesempatan ini kami sebagai Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih kepada alumni sudah berpartispasi memeriahkan HUT RI ke 80 Tahun bersama majelis guru dan siswa dan sudah juga membantu merenovasi Toilet siswa SMPPN 4 Padang.
Ketua Harian IKASEMPAT, Dr. Fajri Usman, M.Hum, berpesan kepada para siswa agar tidak terjebak dalam penggunaan Gadget maupun kecenderungan bergantung pada kecerdasan buatan (AI) yang kini sedang populer.
“AI itu tidak baik bagi kalian yang masih di bangku sekolah menengah karena bisa membuat malas membaca buku. Biasakanlah membaca, karena membaca akan menumbuhkan daya ingat sekaligus meningkatkan kreativitas dalam belajar,” tambahnya.
Ini kegiatan salah dibidang Departemen Pendidikan dan Pelatihan IKASEMPAT,dalam rangka HUT RI ke 80 maka di bidang Pendidikan mengadakan lomba – perayaan lomba kemederdekaan dan upacara bendera,ini demi untuk memberikkan motivasi kepada adik – adik kita di SMPN 4 Padang.
Adanya momentum Kemerdekaan ini merupakn kita syukur kepada Allah SWT. Dalam amanat pelatihan upacara,maka ingat memberi orang kepada kita maka kita akan bersyukur, ingat tuhan kepada Bangsa ini untuk Merdeka karena rasa syukur dari peringatan ke 80 Tahun Indonesia, terima kasih atas apa yang diberikan oleh bangsa, pejuang.
“Untuk anak didik harus sejati adalah sabar dalam pendidikan baik sebagai pendidik maupun pengajar. Empati jadi guru – guru SMP harus merasasakan apa yang dirasakan oleh anak didik. Jujur dalam pendidikan dalam menghargai apa yang diperolehnya, jujur dalam ujian, jujur dalam melaksanakan tugas,” katanya.
Adil meletakan sesuatu pada tempatnya maka itu harapan guru untuk keadilan, apalagi untuk masa yang akan datang masa depan terletak pada anak – anak kita yang akan titip bangsa ini dan maju mundurnya bangsa terletak di generasi muda itu tergantung generasi muda sekarang apa bagus atau jelek.
Selain itu katanya, tanggung jawab harus ada tanggung jawab yang diberikan oleh baik guru, siswa dan alumni dan tanggung jawab kita kepada SMPN 4 Padang, untuk SMPN 4 Padang melihat pengembangnya, membangunnya itu hubungan alumni ,melihat SMPN 4 Padang bagaimana maju ke depannya.
“Ada rasa ikhlas dan rasa iman semuanya ada di ikhlas dan ke imanan. Mudah – mudahan dengan kita tekad memajukan SMPN 4 Padang bersama alumni, mudah – mudahan semakin berkembang,” tuturtnya. (ped)






