JAKARTA, METRO–Presiden Prabowo Subianto menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia bisa didesain tanpa adanya defisit pada tahun 2027 atau 2028.
Prabowo menyebut, hal itu akan sejalan dengan janji untuk terus melakukan efisiensi anggaran selama era pemerintahannya.
“Pemerintah yang saya pimpin, berjanji di hadapan majelis ini kami akan terus melaksanakan efisiensi. Sehingga, defisit ini kita ingin tekankan sekecil mungkin,” kata Prabowo dalam pidato Nota Keuangan di Sidang Tahunan MPR bersama dengan DPR-DPD RI, dikutip Senin (18/8).
“Dan adalah harapan saya, adalah cita cita saya untuk suatu saat, apakah tahun 2027 atau 2028, saya ingin berdiri di depan majelis ini di podium ini untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali,” imbuhnya.
Prabowo menilai, pemerintah Indonesia harus berani untuk menghilangkan kebocoran anggaran. Itu kiranya, ia secara gamblang meminta seluruh kekuatan politik di tanah air untuk mendukungnya.
“Kita harus berani, kita harus bertekad, menghilangkan kebocoran menekan segala bentuk kebocoran dan utk itu saya minta dukungan kekuatan politik yang ada di seluruh Indonesia,” jelas Prabowo.
“Negara kita besar, negara kita makmur, kalau kita atur semuanya dengan baik, semuanya akan merasakan dan menikmati,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2026 didesain sebesar 1,48 persen atau Rp 638,8 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka ini merupakan selisih dari belanja dan pendapatan negara pada tahun 2026 yang dirancang sebesar Rp 3.786,5 triliun untuk belanja dan pendapatan dirancang sebesar Rp 3.147,7 triliun.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan bahwa defisit APBN 2025 diperkirakan akan mencapai Rp 662 triliun, atau setara 2,78 persen dari PDB. Angka ini membengkak dari sebelumnya ditargetkan setara 2,53 persen atau Rp 616 triliun. (jpg)






