METRO PADANG

Satgas Dibentuk, 1 Oktober Smart Surau Mulai Diterapkan

0
×

Satgas Dibentuk, 1 Oktober Smart Surau Mulai Diterapkan

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI PROGUL— Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mensosialisasikan progul Pemko Padang, Smart Surau, di hadapan guru dan tenaga kependidikan MAN 3 Padang, di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Kamis (14/8).

AIEPACAH, METRO–Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mensosia­lisasikan program ung­gulan Pemerintah Kota (Pem­ko) Padang, Smart Surau, di hadapan guru dan tenaga kependidikan MAN 3 Padang. Sosialisasi ini berlangsung dalam sebuah lokakarya di Ruang Bagin­do Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Kamis (14/8).

Maigus Nasir menjelas­kan, Smart Surau merupakan program inte­gra­tif yang menghu­bung­kan masjid dengan kehid­u­pan sosial, teknologi, serta pendidikan bagi generasi muda. Program yang telah diluncurkan pada 26 Juli 2025 ini akan mulai diso­sialisasikan pada 1 September dan diterapkan penuh pada 1 Oktober 2025.

“Smart Surau mencakup berbagai aktivitas, seperti Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, Ruang Pembelajaran Digital di Masjid, dan penyediaan Wi-Fi gratis. Siswa yang diwajibkan berjamaah subuh di masjid adalah kelas 4-6 SD, SMP, dan SMA. Kita membangkitkan potensi anak-anak ini, supaya setiap masjid punya ke­kha­san,” jelas Maigus.

Ia menyebutkan bahwa pada tahap awal, ada 12 masjid yang telah disiapkan sebagai percontohan. Masjid-masjid ini akan di­lengkapi berbagai fasilitas modern, seperti ruang digital, sarana IT, Digital Park, perpustakaan, hingga pusat layanan sosial eko­nomi.

Untuk memastikan program berjalan efektif, Pemko Padang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Smart Surau. Salah satu program utamanya adalah mewajibkan salat berjemaah pada tiga waktu utama (Subuh, Magrib, dan Isya) serta pembelajaran Al-Qur’an.

Baca Juga  Jalan Santai Peringati HUT ke-24 PAN Meriah, Lautan Manusia “Birukan” Pantai Padang 

“Kami sudah menyiapkan aplikasi untuk memantau kehadiran anak-anak,” tambahnya.

Selain itu, sekitar 15 ribu aparatur sipil negara (ASN) di Kota Padang akan dilibatkan langsung, dengan tanggung jawab mengasuh satu rumah ibadah. Keaktifan ASN akan menjadi indikator penilaian jabatan.

Satgas Smart Surau akan dibentuk mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga masjid dan musala. “Program ini adalah gerakan bersama, bukan sekadar proyek. ASN, masyarakat, dan se­kolah akan bergerak dalam satu irama,” tegas Maigus.

Maigus memaparkan bahwa Smart Surau memiliki beberapa pilar utama, yakni gerakan salat berjamaah dengan menggiatkan subuh, magrib, dan isya berjamaah. Kemudian dipadukan dengan program subuh mubarakah. Kurikulum pendidikan agama bertingkat siswa SD di TPQ/MDTA serta siswa SMP di TQA/MDTW dengan fokus penyempurnaan bacaan dan pemahaman ayat. Serta pengawasan digital anak lewat penggunaan aplikasi berbasis barcode scan. Program ini nantinya dapat memantau kehadiran, aktivitas, dan proses belajar anak secara berkala.

Saat pelaksanaan Smart Surau nanti, satu guru akan membina delapan anak, dibantu 1.006 petugas “Satgas Smart Surau yang tersebar di seluruh masjid dan musala. Satgas ini berasal dari guru MDTA, remaja masjid, hing­ga tokoh masyarakat, ber­tugas mengawasi absensi dan pembinaan iba­dah anak.

Baca Juga  24.449 Warga Kota Padang Telah Memiliki KTP Digital

“Ketika pagi, pembelajaran bagi anak telah dimulai dari masjid, salat subuh berjamaah, kemudian absen, lalu pulang untuk sarapan dan berangkat ke se­kolah. Jam pertama se­kolah kita isi dengan membaca dan setoran hafalan. Semua terhubung melalui aplikasi, sehingga guru pengasuh dapat memantau langsung,” ungkap Mai­gus.

Dalam kesempatan itu, Maigus mengajak para guru MAN 3 Padang untuk berperan aktif. Ia yakin, para guru madrasah memiliki kedekatan dengan mas­jid dan latar belakang pendidikan agama yang kuat, sehingga dapat menjadi ujung tombak sosialisasi program ini di tengah ma­syarakat.

“Harapan kami, dalam beberapa tahun mendatang, program ini dapat men­jangkau lebih dari 1.600 rumah ibadah di Kota Padang. Ini merupakan upaya kami untuk menciptakan generasi yang beriman, berkarakter, sekaligus membentengi mereka dari pengaruh negatif,” ujar Maigus.

Sementara itu, Kepala MAN 3 Padang Marliza menyampaikan, lokakarya yang diikuti oleh 106 peserta ini bertujuan memberikan pembinaan serta peningkatan wawasan bagi para guru. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 13–15 Agustus 2025, ini juga menjadi ajang diskusi untuk persiapan menghadapi Kurikulum Merdeka.

“Melalui lokakarya ini, kami berharap dapat mendorong kemajuan madra­sah sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Pa­dang,” pungkasnya. (ren)