METRO PADANG

Sekjen DPP IKM, Braditi Moulevey Resmi Menjadi Warga Muhammadiyah

0
×

Sekjen DPP IKM, Braditi Moulevey Resmi Menjadi Warga Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM), Braditi Moulevey Rajo Mudo, resmi menjadi warga Muhammadiyah.

Penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) dilakukan langsung oleh Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar, Bakhtiar, di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jumat (15/8).

Bagi Moulevey, langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan ben­tuk kedekatan personal dengan organisasi Islam yang telah men­jadi bagian dari perjalanan ke­luarganya.

“Bagi saya, ini seperti pulang ke rumah sendiri. Muham­madiyah bukan hal yang asing bagi saya,” ujarnya.

Ketua PWM Muham­madi­yah Sumbar, Bakhtiar, meng­apresiasi kehadiran Braditi Moulevey di tengah Muham­madiyah.

Sebagai perantau Minang yang memegang peran stra­tegis di DPP IKM, ia dinilai mampu menjadi jembatan sinergi antara organisasi perantau Minang dan Mu­ham­madiyah.

“Latar belakang Muhammadiyah sangat diterima di Sumbar, meskipun didirikan di Yogyakarta. Saya berharap IKM mampu melahirkan tokoh-tokoh baru yang dapat berkontribusi bagi bangsa, seperti masa lalu ketika Sumbar banyak memiliki tokoh nasional,” kata Bakhtiar.

Ia menambahkan, kehadiran figur seperti Moulevey di Muhammadiyah dapat menjadi teladan bagi generasi muda Minangkabau untuk menggabungkan semangat keagamaan, intelektualitas, dan pengabdian sosial.

“Saya berharap suatu saat akan lahir penerus tokoh nasional dari Sumbar. Siapa tahu salah satunya adalah Pak Levi,” ujar­nya.

Sebagaimana diketa­hui, Muhammadiyah berdiri pada 18 November 1912 di Yogyakarta atas prakarsa KH Ahmad Dahlan.

Organisasi ini bertujuan memurnikan ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan Sunnah serta me­ngem­­bangkan amal usaha di bidang pendidikan, ke­sehatan, dan pelayanan sosial.

Seiring perjalanan waktu, Muhammadiyah menjadi salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, dengan jutaan anggota dan ribuan amal usaha yang tersebar di seluruh provinsi.

Di Sumbar, Muhammadiyah telah mendirikan berbagai sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan pusat dakwah yang berperan besar dalam mening­katkan kualitas sumber daya manusia.

Peran Muhammadiyah di Sumbar tak lepas dari semangat pembaruan dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan yang sejalan dengan karakter ma­sya­ra­kat Minangkabau.

Kiprahnya telah melahirkan tokoh-tokoh nasional dari ranah Minang, baik di bidang politik, pendidikan, maupun gerakan sosial.

Dengan bergabungnya Braditi Moulevey, diharapkan sinergi antara IKM dan Muhammadiyah semakin erat, terutama dalam mendorong kemajuan umat dan daerah melalui pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan sosial. (*)