JAKARTA, METRO–Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah diketahui memberikan stimulus pada kendaraan listrik atau EV di Indonesia. Baik yang beroda empat, atau hanya dua roda atau sepeda motor, semua kebagian.
Untuk yang sepeda motor, cukup terasa dampaknya. Stimulus berupa keringanan pajak membuat harga jual sepeda motor listrik jadi lebih terjangkau, efeknya, saat ini motor bertenaga setrum mulai banyak seliweran di jalan raya.
Namun belakangan, seiring stimulus yang dikurangi, hal tersebut membuat pasar sepeda motor listrik anjlok. Terkait hal tersebut, pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai rencana pemerintah untuk kembali memberikan stimulus pembelian sepeda motor listrik menjadi momentum penting bagi percepatan transisi energi di sektor transportasi Indonesia.
“Insentif jelas akan mendorong masyarakat kelas menengah ke bawah untuk beralih dari sepeda motor berbahan bakar fosil ke teknologi listrik. Hal itu bisa mempercepat program transisi energi Indonesia di sektor transportasi,” ujar Yannes dalam keterangannya.
Menurutnya, kebijakan ini tidak sekadar subsidi harga, melainkan katalis transformasi sistemik, mulai dari meningkatkan daya beli, memperkuat industri hijau, hingga membangun fondasi ekonomi rendah karbon di masa depan.
Yannes menegaskan bahwa hambatan terbesar adopsi motor listrik adalah harga awal yang relatif tinggi. Ia menilai stimulus mampu mengatasi masalah tersebut sekaligus memberi manfaat ekonomi jangka panjang.
“Penjualan motor listrik pada 2025 anjlok 70–80 persen akibat ketidakpastian insentif. Dengan stimulus, harga akan lebih terjangkau dan penjualan bisa bangkit,” jelasnya.
Bahkan, ketidakpastian insentif juga disebut memukul industri lokal. Beberapa startup kendaraan listrik (EV) terpaksa gulung tikar, sementara lainnya melakukan PHK.
“Padahal, startup seperti mereka itu yang bisa menjadi motor pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional. Kalau tidak didukung, kita hanya akan menjadi pasar produk impor,” kata Yannes.
Dia menutup, dengan karakter transportasi Indonesia yang didominasi sepeda motor, Yannes menilai transisi ke kendaraan listrik adalah langkah strategis. Stimulus yang tepat tidak hanya mengurangi polusi udara, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat posisi Indonesia di peta industri kendaraan listrik global. (jpg)






