AGAM, METRO–Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof E Aminudin Aziz melakukan kunjungan khusus ke Museum Buya Hamka, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Selasa (12/8).
Kedatangan Kepala Perpusnas bersama istri dan putri Proklamator Bung Hatta, Halida Nuriah Hatta itu, disambut Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal.
Prof E Aminudin Aziz mengatakan, Buya Hamka seorang pemikir, ulama dan tokoh pergerakan yang sangat berpengaruh, tidak hanya di Indonesia tapi hingga belahan dunia.
“Bahkan keilmuannya diakui hingga Mesir, yang dibuktikan beliau diberi gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al Azhar,” ujarnya.
Dalam kunjungan, Kepala Perpusnas itu juga mengamati koleksi peninggalan Buya Hamka, sejarah kehidupan serta karya tulisnya yang terpajang rapi di museum tersebut.
“Karya Buya Hamka sebuah karya akan tetap hidup, karena beliau membangunnya dari sebuah model berpikir yang panjang. Bukan hanya berlaku saat itu, tapi juga sudah bisa menerawang jauh di depannya,” sebutnya.
Ini katanya, dibuktikan dalam karyanya yang monumental. Buku yang ditulis diwujudkan dalam tasawuf modern, yang bisa menjadi bahan renungan bagi pembaca.
“Dari sini saya mendapatkan kesan, bahwasanya berfikir tidak untuk sekejap justru harus jauh sebelum kita menulis,” kata Prof E Aminudin Aziz.
Hamka katanya lagi, membaca sebagai cara untuk membuka jendela dunia, beliau menulis bagaimana bisa meninggalkan catatan terhadap dunia hingga karyanya dikenang banyak orang.
Lebih jauh, dia mendapat informasi bahwasanya koleksi karya Buya Hamka di Museum tidak lengkap, jika memungkinkan Perpusnas bisa membantu apabila memang dapat dilakukan. Namun beliau belum melakukan komunikasi dengan pihak keluarga Hamka.
“Saya yakin apabila seluruh karya Buya Hamka terkoleksi di sini, bisa menambah kualitas museum itu sendiri,” ujarnya.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal menyambut baik kunjungan Kepala Perpusnas dan Halida Nuriah Hatta ke Museum Buya Hamka, karena ini suatu kebanggaan bagi pemerintah daerah tersebut.
“Semoga kunjungan Kepala Perpusnas ke sini, menjadi angin segar untuk perkembangan perpustakaan di Kabupaten Agam. Begitu juga dengan pengembangan koleksi di museum Buya Hamka,” ucapnya. (pry)






