BERITA UTAMA

Penyaluran Bantuan Beras di Pessel Diduga Tak Tepat Sasaran, Sejumlah Warga Miskin Kecewa Gegara Tidak Menerima

0
×

Penyaluran Bantuan Beras di Pessel Diduga Tak Tepat Sasaran, Sejumlah Warga Miskin Kecewa Gegara Tidak Menerima

Sebarkan artikel ini
BANTUAN BERAS— Sejumlah warga saat mengambil bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

PESSEL METRO–Program Bantuan Pangan Cadangan Beras Peme­rintah (CBP) yang digulirkan untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kerawanan pangan atau kondisi darurat, menuai sorotan di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.

Penyaluran bantuan beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), menuai sorotan tajam dari warga. Pasalnya, bantuan yang se­ha­­rusnya diperuntukkan ba­gi keluarga kurang mampu, diduga tidak tepat sasaran.

Sejumlah warga menyampaikan kekecewaannya lantaran mereka yang tergolong miskin justru tidak tercatat sebagai penerima bantuan. Sebaliknya, bantuan malah diterima oleh warga yang dinilai sudah mapan secara eko­nomi.

Bantuan CBP merupakan program pemerintah yang disalurkan untuk me­ngantisipasi kerawanan pangan serta mendukung masyarakat dalam kondisi darurat. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan program ini di Sutera dinilai belum maksimal.

Ali Murus (57), salah seorang warga Nagari Ko­to Taratak, mengaku ke­cewa karena tidak terdata sebagai penerima. Ia me­nyebut bantuan justru diterima oleh warga yang dinilai tidak layak secara ekonomi.

“Seharusnya yang menerima adalah warga yang benar-benar membutuhkan. Tapi ini malah yang rumahnya bagus, punya penghasilan tetap dan te­tap dapat bantuan. Saya yang cuma nelayan harian, malah tidak kebagian,” ujarnya saat ditemui Minggu (10/8).

Ali menambahkan ke­tidakadilan ini memicu ke­resahan di tengah masya­rakat. Ia menilai, proses pendataan yang tidak akurat menjadi akar perso­alan.

Ia pun mendesak agar pemerintah segera mengevaluasi proses penda­taan. Menurutnya, keakuratan data sangat menentukan efektivitas penyaluran bantuan.

“Pendataan harus dilakukan ulang, libatkan tokoh masyarakat, jangan cuma mengandalkan data lama. Pemerintah juga per­lu turun langsung ke lapangan,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya, Susri Mayeni (50). Ia berharap adanya pembaruan data dan penyaringan yang lebih ketat agar bantuan benar-benar menyasar mereka yang membutuhkan.

“Kadang kami yang susah malah tidak terlihat di data. Semoga ke depan lebih adil dan tidak sembarangan,” katanya.

Berdasarkan data res­mi, Nagari Koto Taratak menerima alokasi untuk 171 keluarga penerima manfaat (KPM). Sementara Nagari Taratak dan Lansano Tara­tak masing-masing menerima untuk 221 KPM.

Penyaluran bantuan beras CBP di tiga nagari tersebut dipusatkan di Kan­­tor Nagari Koto Taratak. Namun, pelaksanaan di lapangan memunculkan berbagai kritik dari warga yang merasa terabaikan.

Secara keseluruhan, Kecamatan Sutera mendapatkan alokasi sebanyak 81.440 kilogram beras CBP untuk 4.072 KPM. Penyaluran tersebar di 12 nagari dalam wilayah kecamatan tersebut.

Pihak pemerintah nagari maupun kecamatan hingga berita ini diturun­kan belum memberikan tang­gapan resmi atas keluhan masyarakat.Warga berharap adanya transparansi dalam proses penyaluran bantuan serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pendataan agar pro­gram bantuan pemerintah tidak menimbulkan kecemburuan sosial. (rio)