Meski hujan deras mengguyur Kota Padang pada saat pertandingan final selaju sampan di kawasan Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, tidak menyurutkan semangat masyarakat menyaksikan salah satu rangkaian acara Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356 tersebut.
Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertandingan tersebut sudah terlihat sejak siang, dimana pertandingan final tersebut digelar pada pukul 15.00 WIB. Masyarakat tersebut datang untuk memberikan dukungan untuk masing-masing tim kebanggaannya yang akan bertanding di final.
Sorak-sorai dan tepuk tangan terus menggema di sepanjang tepi Sungai Batang Arau yang menjadi lokasi perlombaan. Wali Kota Padang, Fadly Amran juga menyaksikan secara langsung pertandingan final selaju sampan tahun 2025 ini.
Salah seorang masyarakat yang sudah datang sejak siang untuk menyaksikan perlombaan partai final tersebut, Anisa, mengaku bahwa hujan bukan halangan untuk dirinya datang menyaksikan perlombaan.
Dia mengatakan bahwa selaju sampan memiliki daya tarik tersendiri dan selalu dinanti oleh masyarakat, karena suasana keakraban yang dibalut dengan kompetisi.
“Selaju sampan selalu dinanti. Keakraban menyatukan kita di kawasan Batang Arau yang kaya nilai sejarah Kota Padang,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Alfiwi, ia menilai perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang tahun ini benar-benar meriah dengan banyaknya event-event menarik.
“Meskipun hujan, saya semangat datang bersama teman untuk menghabiskan waktu akhir pekan. Kemarin juga saya menyaksikan pawai telong-telong dan karnaval. Semoga tahun depan lebih meriah lagi,” katanya.
Ketua pelaksana Piala Wali Kota Cup Selaju Sampan 2025, Mega Nanda, mengatakan bahwa tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.
Nanda juga mengungkapkan, selaju sampan yang saat ini sudah mulai diminati oleh generasi muda untuk mengisi kesehariannya dengan berolahraga.
“Dengan mengikuti latihan pada sore hari, anak-anak kita di sini sudah lelah dan malamnya mereka bisa langsung tidur,” katanya.
Dengan begitu, menurut Nanda para remaja tersebut sudah tidak lagi melakukan perbuatan-perbuatan yang melenceng dari norma sosial dan hukum.
“Setidaknya, dengan aktifnya selaju sampan ini memperkecil kemungkinan anak-anak untuk terlibat tawuran, balap liar, apalagi narkoba,” katanya.
Untuk event tahun ini, Pemko Padang menyediakan hadiah total sebesar Rp 62 juta untuk para peserta mulai dari hadiah setiap race hingga hadiah untuk juara 1 sampai 4. Di mana untuk juara 1 hadiahnya Rp 20 juta, juara 2 Rp. 15 juta, juara 3 Rp. 10 juta dan juara 4 Rp 5 juta. Selain itu ada juga hadiah yang diberikan untuk setiap race dengan nominal yang berbeda-beda.
Pada final ini, Tim Redist Merah berhasil meraih juara 1 setelah mengalahkan Tim Palinggam. (brm)






