PADANG, METRO–Menghadirkan sentuhan milenial dalam penampilan perdananya pada perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356, Xporia Padang resmi dibuka di GOR Haji Agus Salim, Jumat (8/8).
Event ini menggandeng berbagai pelaku UMKM hingga tenant premium. Xporia Padang hadir sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sejalan dengan program unggulan Wali Kota Padang dalam rangkaian perayaan HJK ke-356.
Mengusung konsep perpaduan nuansa tradisional dan modern, Xporia Padang menciptakan suasana yang menarik bagi anak muda maupun masyarakat umum untuk menjelajahi beragam potensi kewirausahaan khas Kota Padang.
Tak hanya menyajikan kuliner, pengunjung juga dapat menemukan berbagai kerajinan tangan, kain songket, hingga produk wewangian lokal.
“Ini masih berskala kecil. Ke depannya, kami berharap Xporia Padang bisa dibuat lebih besar lagi dengan tenant yang lebih beragam. Database tenant akan terus kami kembangkan, dan semoga Xporia Padang dapat hadir setiap tahun,” ujar Direktur SiPro Komunika Indonesia, Bayu Permadi.
Menariknya, selama pelaksanaan Xporia Padang pada 8–10 Agustus 2025, pengunjung dapat mengikuti program “Mini Quest” dengan cara mengumpulkan stempel dari enam tenant atau UMKM berbeda. Peserta yang berhasil mengumpulkan stempel tenant itu, berhak mendapatkan kopi gratis.
UMKM Naik Kelas
Di sisi lain, Pemko Padang memfasilitasi puluhan pelaku UMKM dalam sebuah acara bertajuk “Taste of Padang Experience Market” yang digelar di sepanjang Jalan Batang Arau, Kota Tua.
Sebanyak 70 tenant UMKM berpartisipasi dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 7 hingga 9 Agustus 2025. Para pelaku usaha ini memamerkan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner khas seperti Sate Padang dan Pizza Rendang, hingga berbagai kerajinan dan aksesori bernuansa tradisional Minangkabau. Semua tenant difasilitasi dengan tenda dan tempat berjualan yang disediakan gratis oleh Pemko Padang.
“Kami menggelar acara ini di sepanjang Jalan Batang Arau dengan harapan perputaran uang para pelaku UMKM dapat bergerak kencang. Partisipasi UMKM ini diharapkan tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ungkap Ketua Panitia HJK Padang ke-356 yang juga Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi, Jumat (8/8).
Demi meringankan beban para pelaku usaha, Pemko Padang menggratiskan seluruh biaya sewa tenant. Tak berhenti di situ, Pemko Padang juga berkolaborasi dengan pihak perbankan swasta untuk memfasilitasi pembuatan metode pembayaran digital QRIS bagi para UMKM.
Langkah ini merupakan upaya nyata untuk mendorong transaksi non-tunai, mempermudah pelanggan, dan menjadikan Padang sebagai kota yang modern serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dukungan penuh Pemko ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para pelaku UMKM. Rima, salah seorang pengusaha yang terlibat, mengaku sangat terbantu. “Kami merasa sangat senang diwadahi oleh pemerintah. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami untuk melebarkan sayap usaha dan memperluas jangkauan pasar,” ungkap pemilik usaha “Inkubasi 1 Kuranji” itu.
Rima berharap, program semacam ini dapat terus berlanjut di setiap kegiatan Pemko Padang. “Program ini dapat membantu UMKM ‘naik kelas’ dan berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Partisipasi UMKM di “Taste of Padang Experience Market” ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, perbankan, dan masyarakat dalam mewujudkan Padang yang maju, sejahtera, dan ramah bagi pelaku usaha kecil. (brm)






