METRO SUMBAR

Jembatan Emas Menuju Karier di Jepang, LPK AIFA Sumbar Diresmikan di Pasaman

0
×

Jembatan Emas Menuju Karier di Jepang, LPK AIFA Sumbar Diresmikan di Pasaman

Sebarkan artikel ini
PERESMIAN LPK— Bupati Pasaman Welly Suhery, saat peresmian LPK AIFA Sumbar di Jorong III, Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Senin (4/8).

PASAMAN, METRO–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman terus berupaya memperluas akses lapangan kerja bagi generasi muda. Salah sa­tunya melalui peresmian Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) AIFA Sumatera Ba­rat (Sumbar) yang berlangsung di Jorong III, Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Senin (4/8).

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang didampingi sejumlah pejabat penting, seperti Ketua DPRD Pasaman, Nelfri Afandy, Kapolres Pasaman, AKBP Muhammad Agus Hidayat, Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Sobeng Suradal, Kakankemenag Pasaman, Yasril, serta para kepala OPD, wali nagari, tokoh masyarakat, orang tua peserta dan warga setempat. LPK AIFA Sumbar hadir sebagai lembaga pelatihan kerja yang memfokuskan diri untuk menyiapkan tenaga kerja profesional dan kompeten, khususnya untuk program pemagangan resmi ke Jepang.

Ketua LPK AIFA Sumbar, Hendra Aliasri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa lembaga ini hadir untuk menjawab tantangan ketatnya persai­ngan global. “Visi kami a­dalah mencetak tenaga kerja yang profesional, berdaya saing global dan mampu mengangkat derajat ekonomi keluarga serta daerah asal,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan di LPK AIFA mencakup penguasaan bahasa Jepang, keterampilan teknis, etika kerja Jepang, serta pembentukan karakter yang disiplin dan bertanggung jawab.  “Kami ingin agar peserta tidak hanya siap kerja, tetapi juga menjadi pribadi yang berintegritas,” ucap Hendra.

Sementara itu, Ketua lembaga penerima pekerja dari Jepang, Nishiwaki Arasi, yang hadir secara langsung dalam peresmian dan menyampaikan sambutan dalam bahasa Jepang (yang diterjemahkan), me­ngapresiasi keramahan dan potensi yang dimiliki masyarakat Indonesia.

Ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa dan budaya Jepang sebagai kunci keberhasilan dalam bekerja di Negeri Sakura. “Sekolah ini bukan hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga melatih budaya kerja dan etos profesional ala Jepang. Harapan kami, para peserta mampu lulus wawancara kerja dan sukses berkarier di Jepang,” ujar Arasi.

Founder LPK AIFA Sumbar, Ustad Herizal Adhardi, yang hadir bersama CEO Santi Buchary, menjelaskan bahwa gelombang pertama pelatihan telah dimulai dengan 17 peserta dari Lubuk Sikaping.  “Kami menggandeng instruktur lulusan Sastra Jepang asal daerah yang punya pengalaman langsung bekerja di Jepang,” katanya. (ped/rel)