SOLOK, METRO – Menurunnya laju pertumbuhan penduduk dan angka kelahiran total menjadi bagian dari program strategis Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
Untuk mendukung program strategis tersebut, Dispenduk-KB menyelenggarakan Pembinaan Keberlangsungan ber-KB bagi 50 orang Pasangan Usia Subur (PUS) di Kota Solok, Senin (16/4). Dengan maksud untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan PUS tentang pentingnya mengetahui kontrasepsi yang tepat untuk sasaran dan pentingnya mempromosikan serta mengkonseling sasaran akseptor KB.
Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemakaian kontrasepsi, menurunkan kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi, menurunkan angka kelahiran di kelompok umur remaja usia 15-19 tahun. Serta menurunkan tingkat kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan perempuan usia subur (15-49 tahun).
Pelaksana kegiatan, Wendi Asrizal selaku Kasi Pembinaan dan Peningkatan Kesertaan ber-KB mengimbau keluarga muda yang sudah menikah untuk untuk ber-KB serta merencanakan periode memiliki anak. Kemudian, memperhatikan jarak antar kelahiran dan waktu yang tepat berhenti memiliki anak.
“KB merupakan upaya untuk menghindari empat risiko, yakni terlalu muda, terlalu rapat, terlalu banyak, dan terlalu tua saat melahirkan. Dalam satu keluarga tidak dianjurkan memiliki dua anak Balita, karena itu pasangan muda yang melahirkan disarankan segera menggunakan kontrasepsi jangka panjang,” ujarnya. (vko)





