PARIAMAN, METRO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar mengawasi proses pemungutan dan penghitungan suara ke seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Dan dalam pengawasan tersebut pengawasan pungutan suara berjalan lancar, Rabu (17/4) hingga Kamis (18/4).
Bawaslu telah mendapatkan beberapa temuan di lapangan saat menggelar patroli ke kabupaten dan kota selama masa tenang. Beberapa temuan tersebut sebagian tengah didalami dan sebagian lain telah ditangani tim Sentra Gakkumdu.
Saat turun ke lapangan, tim dari Bawaslu Sumbar mengaku tidak hanya menyasar Bawaslu kabupaten dan kota, akan tetapi juga menuju beberapa tempat pemungutan suara (TPS) sesuai dengan daerah kunjungan masing-masing tim.
”Kami langsung turunkan tim ke kabupaten dan kota guna melakukan pengawasan, mulai dari proses pemungutan dan penghitungan suara. Untuk saat ini, hasil temuan pelanggaran di lapangan belum bisa disampaikan secara menyeluruh, karena proses masih berjalan dan tim yang diturunkan masih bekerja,” kata Anggota Bawaslu Sumbar, Vifner, Kamis (18/4).
Namun begitu, Vifner menerangkan bahwa, Bawaslu telah mendapatkan sejumlah temuan saat menggelar patroli ke kabupaten dan kota selama masa tenang. Beberapa temuan tersebut sebagian tengah didalami dan sebagian lain telah ditangani oleh tim Sentra Gakkumdu.”Seperti operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Solok, saat ini sudah ada di tangan Gakkumdu. Sedang diproses,” kata Vifner.
Di sisi lain, Elmahmudi Anggota Bawaslu Padangpariaman, mengatakan, dalam pengawasan proses pungut dan hitung suara, pihaknya ikut menurunkan pengawas ke sejumlah TPS di kabupaten tersebut. Dan dibantu pula secara tentatif oleh Panwascam setempat. ”Kami telah menurunkan tim untuk pengawalan proses, mulai dari pemungutan suara hingga penghitungannya,” kata Vifner.
Ia menyampaikan, secara teknis pihaknya selain memantau di TPS, juga menerima laporan dari masyarakat, dan untuk laporan tersebut, Bawaslu langsung melakukan pengecekan kebenaran informasi di lapangan. “Selain pengawasan di TPS oleh pengawas TPS, Bawaslu juga menerima pengaduan dari masyarakat. Bahkan pengawasan telah kami ketatkan sejak masa tenang,” sebut Vifner.
”Saat ini kami telah mengumpulkan bukti-bukti yang cukup. Dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti. Selain itu, kami juga mendapatkan banyak laporan terkait transaksi politik uang atau serangan fajar sebelum pencoblosan, kami langsung melakukan pencegahan, Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada politik uang yang kami temukan,” ujar Vifner.
Bicara soal penindakan dan juga laporan hingga saat ini cukup banyak namun hanya sekedar isu saja. ”Masyarakat dan pengawas yang melaporkan masih sebatas dugaan karena tidak dilengkapi dengan barang bukti dan saksi,” kata Vifner. Bicara soal pengawas, Bawaslu Kota Pariaman memiliki 265 pengawas TPS, 71 Panwaslu desa, 12 pengawas di empat kecamatan, 5 orang staf di masing-masing sekretariat. Untuk di Kota ada 20 personil. (z)





