BERITA UTAMA

Ribuan Honorer Demo, Minta Diangkat jadi PPPK, Bertahun-tahun Mengabdi tapi Tak Diapresiasi, Berharap Bertemu Bupati untuk Dicarikan Solusi

1
×

Ribuan Honorer Demo, Minta Diangkat jadi PPPK, Bertahun-tahun Mengabdi tapi Tak Diapresiasi, Berharap Bertemu Bupati untuk Dicarikan Solusi

Sebarkan artikel ini
DEMO— Ribuan tenaga honorer melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Padangpariaman untuk memperjuangkan nasib.

PDG. PARIAMAN, METRO —Ribuan tenaga honorer yang terga­bung dalam aliansi R4 menggelar aksi da­mai untuk kepastian nasib mereka di hala­man Kantor Bupati Padangpariaman di  Parit Malintang, Kamis (31/7).

Ribuan tenaga honorer terdiri dari guru, tenaga administrasi sekolah, pen­jaga sekolah, tenaga kese­hatan, sopir ambulans dan lainnya. Mereka sehari-harinya mengabdikan diri di sekolah-sekolah dan layanan kesehatan.

Aksi damai ini terlihat dii­kuti oleh ribuan tenaga ho­no­rer dengan meng­guna­kan baju putih celana hitam dan menbawa se­jumlah tun­­tutan yang ditu­lis dalam kertas karton. Se­jumlah tun­tutan itu men­jurus pada na­sib para tena­ga honorer men­dapat keje­lasan dari peme­rintah Pa­dangpariaman.

Sari Wahyuni salah se­o­rang perwakilan aksi da­mai mengatakan, tenaga honorer ini tergabung da­lam aliansi R4 (honorer yang tidak terdata di BKN) dan honorer yang gagal dalam seleksi CPNS.

“Ini sudah aksi ke lima yang kami lakukan dalam satu bulan terakhir dengan tu­juan untuk memastikan ke­jelasan nasib kami,” ujarnya.

Menurut Sari Wahyuni,  ak­si damai ini bertujuan agar ribuan tenaga honorer ini bisa masuk sebagai PPPK paruh waktu sebagai bentuk apresiasi peme­rintah atas kinerja selama ini.

“Kami ini bukan honorer yang dua atau tiga tahun menjabat. Kami ini sudah belasan tahun me/ngabdi tanpa henti. Hara­pannya memang dapat diakomodir di paruh wak­tu,” harapnya.

Sari menerangkan jum­lah tenaga honorer yang saat ini tidak terdaftar di BKN dengan masa pengab­dian mencapai belasan tahun jumlahnya 1.500 orang.  Bah­kan, pihaknya sudah lima kali melakukan aksi, ribuan te­naga honorer ini hanya berharap bisa bertemu de­ngan bu­pati, supaya bisa langsung menyampaikan kekece­waan selama ini.

Mereka juga sudah me­lakukan audiensi bersama anggota DPRD Padang Pa­riaman, namun tidak per­nah mendapat jawaban yang pasti. Tidak hanya itu, pi­haknya juga sudah men­datangi rumah dinas bu­pati, namun bupati awal­nya tidak bisa bertemu karena hendak menjemput istri ke bandara.

“Tapi kami bersikukuh akan menunggu hingga bupati kembali. Usaha itu membuahkan hasil kami berhasil bertemu bupati selama 15 menit di rumah dinas, namun pembicaraan tidak menemukan titik te­rang karena bupati sempat mengangkat telepon di te­ngah pertemuan,” ujarnya.

Menurut informasi, Bu­pati Padangpariaman se­dang Rapat Paripurna di DPRD Padang Pariaman. Dan rencananya perwa­kilan peserta aksi akan ber­temu dengan Sekretaris Daerah Padangpariaman. (ozi)