PADANG, METRO–Hari keempat reses perseorangan masa sidang ke III tahun 2025 di daerah pemilihan (dapil) di Kota Padang, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi kembali bertemu dengan masyarakat untuk menampung berbagai aspirasi menampung aspirasi dari masyarakat.
Pada Senin (28/7), Muhidi melakukan pertemuan dan berdialog dengan 70 orang terdiri dari tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, kader Kelurahan Andalas, organisasi Ikatan Keluarga Besar (IKB) Sekretariat Dewan DPRD Kota Padang, di Rumah Makan Sederhanam, Jalan Rasuna Said Padang.
Pada kesempatan itu, masyarakat sangat antusia menyampaikan usulan maupun persoalan-persoalan yang mereka alami. Di antara aspirasi yang disampaikan adalah soal banyaknya anak-anak mereka yang tidak tertampung di sekolah negeri dan baju seragam sekolah.
Ada juga yang menyampaikan aspirasi terkait bantuan modal bagi UMKM dan pembinaan dalam hentuk pelatihan atau Bimtek. Mereka juga mengadukan pemukimannya yang kerap dilanda banjir jika curah hujan tinggi, teruma di beberapa komplek pemukiman di Belimbing Kuranji.
Tak hanya itu, mereka juga mengeluhkan belum selesainya pembangunan Batang Maransi. Mereka meminta Muhidi untuk mendesak pemerintah daerah agar pembangunan normalisasi Batang Maransi dipercepat.
Menanggapi aspirasi tersebut Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan, reses yang dilakukannya ini memang bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat untuk keberlanjutan pembangunan daerah.
“Reses menjadi momen strategis berdialog dan berdiskusi dengan rakyat di daerah pemilihan untuk menampung aspirasi mereka sebagai bahan masukan yang akan diperjuangkan di DPRD Sumbar,” kata Muhidi.
Muhidi berkomitmen untuk mencatat, menampung dan memilah mana yang bisa diperjuangkan sesuai aturan perundang-undangan yang menjadi tugas pokok anggota dewan.
“Aspirasi itu kita catat, tampung dan pilah mana yang bisa diperjuangkan sesuai aturan perundang-undangan yang menjadi tugas pokok anggota dewan,” tutupnya. (rgr)






