LIMAPULUH KOTA, METRO–Tujuh rumah rusak berat dan rusak ringan akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi Minggu (27/7) Juli 2025 sekitar pukul 17.30 Wib saat hujan lebat terjadi di sejumlah tempat di Kabupaten Limapuluh Kota. Tidak hanya itu, beberapa pohon tumbang serta adanya dua warga yang dikabarkan mengalami luka. Bencana puting beliung yang terjadi mengakibatkan kerusakan dibagian atap atau loteng rumah, sehingga terdapat rumah yang kemasukan air. Peristiwa tersebut berlangsung dengan cepat disaat warga tengah beristirahat dirumah mereka masing-masing.
Akibat peristiwa itu, beberapa orang warga terpaksa menginap dirumah saudara mereka, sebab rumah yang terkena puting beliung tidak bisa dihuni sementara waktu akibat bagian atasnya diterjang puting beliung. “Kejadiannya begitu cepat, saya melihat bagian atap rumah saudara saya terbang dibawa puting beliung,” ucap Ringga, warga Jorong Kapalo Bukik Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (27/7).
Lebih jauh Ringga mengatakan, ia menyaksikan saat anging berputar cepat hingga menerjang rumah dan membawa terbang bagian atas atau atap rumah saudaranya. “Angin nampak bergulung dibagian belakang rumah, tak lama setelahnya langsung terlihat bagian atap rumah terbang,” tutupnya.
Sementara Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol yang langsung turun kelokasi kejadian mengatakan bahwa angin puting beliung terjadi di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota.
“Saat ini di Kabupaten Limapuluh Kota terjadi bencana angin Puting Beliung, berdasarkan laporan dan cheking atau pemeriksaan ke lapangan, bencana diantaranya di Jorong Kapalo Kapalo Bukik Nagari Batu Payuang Kecamatan Lareh Sago Halaban serta Nagari Mungo Kecamatan Luhak,” Jelas Rahmadinol.
Pasca kejadian, untuk sementara beberapa masyarakat terpaksa menginap dirumah saudaranya. “Untuk sementara di Jorong Kapalo Bukik Nagari Batu Payuang, terdapat 3 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi kerumah saudara mereka,” sebutnya. (uus)






