AGAM/BUKITTINGGI

Penutupan Peringatan Perang Manggopoh ke-117 dan HUT Lubuk Basung ke-32, Semangat Sejarah untuk Masa Depan Agam

0
×

Penutupan Peringatan Perang Manggopoh ke-117 dan HUT Lubuk Basung ke-32, Semangat Sejarah untuk Masa Depan Agam

Sebarkan artikel ini
PENUTUPAN ACARA— Sekda Kabupaten Agam, Drs Edi Busti MSi, menghadiri penutupan rangkaian Peringatan Perang Manggopoh ke-117 dan HUT ke-32 Lubuk Basung sebagai Ibu Kota Kabupaten Agam, di Lapangan Gor Buya Hamka Jorong Pasa Durian Manggopoh, Lubuk Basung, Sabtu (26/7).

AGAM, METRO–Rangkaian peringatan Perang Manggopoh ke-117 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Lubuk Basung sebagai ibu kota Kabupaten Agam resmi ditutup dalam sebuah acara meriah yang digelar di Lapangan GOR Buya Hamka, Jo­rong Pasa Durian, Manggopoh, Sabtu (26/7).

Penutupan kegiatan ter­sebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Drs. Edi Busti, M.Si, mewakili Bupati Agam. Da­lam sambutannya, Edi Busti mengapresiasi seluruh pihak yang telah me­nyuk­seskan kegiatan sebagai bentuk pelestarian sejarah perjuangan lokal dan refleksi perkembangan Lubuk Basung sebagai pusat pemerintahan daerah.

“Peringatan ini bukan hanya mengenang perlawanan masyarakat Manggopoh terhadap penjajah, tapi juga menjadi inspirasi untuk membangun Agam yang lebih maju dengan semangat perjuangan para pendahulu,” ujarnya.

Peringatan Perang Manggopoh sekaligus HUT Lubuk Basung ini merupakan bagian dari pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ridwan, A.Md Dt. Tumbijo. Ia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk mengedukasi generasi muda tentang sejarah lokal dan memperkuat iden­titas budaya masyarakat.

“Dengan pokir ini, kami ingin menjadikan sejarah sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda. Nilai perjuangan harus terus dihidupkan dan diwariskan,” kata Ridwan.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat disuguhi berbagai pertunjukan seni, napak tilas perjuangan, serta pameran budaya yang menggambarkan semangat juang rakyat Manggopoh di ma­sa lalu.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian acara, Pemerintah Kabupaten Agam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan semangat perjuangan dalam kehidupan sehari-hari. Sejarah yang diperingati bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga dijadikan pijakan dalam membangun masa depan daerah secara berkelanjutan. (pry)