METRO PADANG

PT Semen Padang dan Pemprov Sumbar Teken Kesepakatan, Siap Dorong Energi Terbarukan dan Menjadi Pelopor Industri Hijau di Indonesia

3
×

PT Semen Padang dan Pemprov Sumbar Teken Kesepakatan, Siap Dorong Energi Terbarukan dan Menjadi Pelopor Industri Hijau di Indonesia

Sebarkan artikel ini
KESEPAKATAN BERSAMA— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Plt Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, melakukan penandatanganan kesepakatan bersama untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, di Wisma Indarung, beberapa hari lalu.

PADANG, METRO–PT Semen Padang memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan melalui penanda­tanga­nan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Wisma Indarung, Rabu (23/7) lalu. Kerja sama ini menandai langkah strategis dalam mendorong transformasi industri semen yang lebih ramah lingkungan dan inklusif.

Dokumen ditandatangani oleh Gubernur Sumbar Mah­yeldi Ansharullah dan Plt Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, disaksikan jajaran pim­pinan Organisasi Peran­g­kat Daerah (OPD) Pem­prov Sumbar serta mana­jemen Semen Padang.

Dalam sambutannya, Pri menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin dengan Pemprov Sumbar, sekaligus menegaskan bahwa kesepakatan ini akan menjadi landasan kuat bagi pe­ngem­bangan program tang­gung jawab sosial dan ling­kungan (TJSL) yang ber­dampak langsung bagi ma­syarakat.

“Sebagai bagian dari SIG dan salah satu perusahaan yang telah lebih dari seabad di Sumbar, kami berkomitmen mendukung pembangunan daerah me­lalui empat pilar utama TJSL: ekonomi, sosial, ling­kungan, serta hukum dan tata kelola,” ujar Pri.

Pilar ekonomi diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, bedah rumah, pendampingan UMKM, ekonomi sirkular, hingga akses pembiayaan mikro. Pilar sosial mencakup program beasiswa, Gerakan Tingkatkan Gizi (GENTING), pemberdayaan pe­nyan­dang disabilitas, dan penguatan ekonomi ma­sya­rakat di sekitar hutan lindung.

Sementara pada aspek hukum dan tata kelola, PT Semen Padang menjalankan kerja sama dengan LPSK, penguatan HAM, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Di sisi lingkungan, perusahaan aktif dalam konservasi ikan bilih dan ikan garing, penghijauan, serta pemanfaatan energi terbarukan seperti budidaya Kaliandra dan kopi, serta keikutsertaan dalam Program Kampung Iklim (ProKlim).

Pri juga menekankan pentingnya inovasi dalam penggunaan bahan bakar alternatif guna menurunkan emisi karbon. “Kami menyambut baik langkah Pemprov Sumbar dalam mendorong energi ter­ba­ru­kan dan berharap Semen Padang terus menjadi pelopor industri hijau di Indonesia,” tuturnya.

Penandatanganan ke­se­pakatan ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan industri terhadap program unggulan Gubernur Sumatera Barat, khususnya dalam mewujudkan Su­matera Barat “Gerak Cepat Sumbar Sejahtera”. Melalui pemanfaatan energi alternatif berbasis limbah dan penguatan eko­nomi sirkular di tingkat akar rumput, PT Semen Padang ber­peran aktif dalam mempercepat transisi energi bersih, sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan dengan pendekatan kolaboratif.

Selain itu, kolaborasi antara PT Semen Padang dan Pemprov Sumbar ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran. Melalui komitmen pada transisi energi terbarukan, penguatan ekonomi sirkular, pemberdayaan UMKM, hingga program sosial seperti beasiswa dan peningkatan gizi masyarakat.

Kerjasama ini turut berkontribusi terhadap pen­capaian Asta Cita ke-1 ten­tang peningkatan kesejahteraan rakyat, Asta Cita ke-3 tentang pembangunan energi berkelanjutan dan ekonomi hijau, serta Asta Cita ke-5 yang menekankan pentingnya ekonomi inklusif berbasis kerakyatan.

Gubernur Mahyeldi me­nyam­but baik kerja sama ini sebagai kelanjutan dari sinergi yang sudah terbangun, seperti pada sektor UMKM, konservasi ikan bilih, dan pemanfaatan Kaliandra sebagai biomassa. Ia menyebut, kontribusi energi bersih di Sumbar telah mencapai 30 persen dari total kebutuhan, dengan 50 persen di antaranya berasal dari energi listrik.

“Kesepakatan ini menegaskan arah kita untuk menjadikan Sumbar sebagai green province. Ka­mi mendorong pemanfaatan bahan bakar alternatif dari limbah seperti Kaliandra, sampah, dan limbah sawit. Ini bukan sekadar solusi industri, tetapi juga peluang untuk pemberdayaan masyarakat,” ujar­nya.

Ia optimistis, dengan dukungan sektor industri seperti PT Semen Padang, cita-cita mewujudkan pro­vinsi hijau dapat tercapai lebih cepat. “Keberlanjutan dan pemberdayaan ma­sya­rakat harus berjalan beriringan. Semoga Semen Padang terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi Sumbar,” tutup Mahyeldi.

Kesepakatan ini di­ha­rap­­kan menjadi katalisator terwujudnya ekosistem pembangunan berkelanjutan yang menyatukan kepentingan lingkungan, eko­nomi, dan sosial, serta memperkuat daya saing industri semen nasional di tengah tuntutan global akan produk yang ramah lingkungan. (ren/rel)